SATU PENGIKUT RMS KABUR SAAT DIRAWAT

Please comment & share this article, thanks!

Pengikut separatis Republik Maluku Selatan (RMS) Jonas Siahaya kabur saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Maluku, di Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
 
Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Selasa, membenarkan kaburnya Jonas.

Tahanan yang ditangkap di Saparua, Maluku Tengah, pada 28 Juli 2010 itu, kabur pada Minggu (31/10) dinihari.

"Oknum tersebut memanfaatkan kelengahan polisi yang mengawalnya di Rumah Sakit Bhayangkara. Dia menjalani rawat nginap dengan alasan sakit," ujarnya.

Johanis mengakui Jonas merupakan bagian dari 20 pengikut separatis RMS yang ditangkap menjelang puncak "Sail Banda" yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon pada 3 Agustus 2010.

Kabid Humas memastikan, pengejaran sedang dilakukan polisi untuk menangkap Jonas.

"Jonas kini buron dan ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang," katanya..

Polda Maluku, menurut Johanis, mengerahkan personil Densus 88, intel dan Buru Sergap (Buser), serta Samapta untuk mengejar Jonas.

"Kami juga telah mengedarkan pemberitahuan kepada jajaran Polda Maluku di sembilan kabupaten dan dua kota di daerah ini," katanya.

Jonas ditangkap bersama Piter Lernaya, Vestus Futunembun, Marthin Kesaulya, Markus Anakotta, Jonas Siahaya, Izac Sapulette, Ronald Vicktor Andris alias Nono, Andrias Maruanaya, Jusuf Sahetapy alias Ongen, Steven Ronland Siahaya, Jacob Sinay alias Benny, Mervin Bremeer, Jonas Entamuin dan Pualus Lowdeyk Kirkoff di Saparua pada 28 Juli 2010.

Polda Maluku pada 11 Agustus 2010 juga menangkap Samuel Pattipeiluhu, Joseph Louhenapessy, Damianus Lessy, Junus Markus dan Fredy Tutursenaya.

Johanis mengatakan, penangkapan 20 orang tersebut termasuk Frans Sinmiasa yang disebut-sebut sebagai "Menteri Dalam Negeri" separatis itu.

ANTARA

Posting Komentar

0 Komentar