PERS AUSTRALIA TANYA SBY SOAL BALI NINE-CORBY

Please comment & share this article, thanks!

Sejumlah warga Auatralia menjadi tahanan mati dan sumur hidup di Indonesia karena terjerat kasus narkotika. Para pesakitan itu di antaranya Schapelle Corby dan sindikat narkotika yang dikenal dengan sebutan Bali Nine.
 
Kasus para pesakitan ini sempat disinggung-singgung wartawan asal Australia yang ikut dalam rombongan PM Julia Gillard. Saat mendapat kesempatan bertanya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bertanya nasib kelompok Bali Nine dan Corby. Salah satunya soal pengurangan hukuman.

"Saya harus mengingat apa saya pernah mengatakan seperti itu (pengurangan hukuman)," kata Presiden SBY di Istana Negara, Selasa 2 November 2010.

Dalam hal penegakan hukum, kata SBY, ia sangat meghargai sistem independensi pengadilan di Indonesia. "Pengurangan hukuman memang dimungkinkan dalam Undang-undang Dasar kami. Presiden pun punya otoritas. Selama ini kami telah berikan (pengurangan)  untuk terpidana dari Indonesia maupun negara lain," kata SBY.

Namun, pengurangan hukuman itu, kata dia, harus dilakukan dengan pertimbangan yang tepat, apalagi jika menyangkut kejahatan yang serius.

"Terhadap kasus Corby, sebenarnya dalam sistem yang kami anut sudah ada pengurangan hukuman. Dalam pertemuan bilateral saya dan PM Gollard juga disepakati membangun kerjasama untuk kasus-kasus seperti ini," kata dia.

Baik untuk warga Indonesia di Australia atau pun warga Australia di Indonesia. Misalnya, kerjasama ekstradisi. Selain itu kerjasama juga menyangkut legal assistance dan lain-lain. "Di satu sisi hukum juga harus ditegakkan dengan mempertimbangkan hak azasi manusia. Saya optimistis akan tercapai," kata dia.

VIVANEWS

Posting Komentar

0 Komentar