Senin, 29 Agustus 2016

GATOT BRAJAMUSTI DITANGKAP, INI KATA NOVA ELIZA

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Nova Eliza angkat bicara mengenai penangkapan Gatot Brajamusti, terkait kasus narkoba. Menurut Nova, tidak boleh ada organisasi yang terlibat narkoba.

Terlebih, pria yang karib disapa Aa Gatot ini baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 2016-2021.

"Aku rasa harusnya sih, kita bicara personal, enggak mau bawa organisasinya," kata Nova usai press screening film Aku Ingin Ibu Pulang di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (29/8).

Tindakan Aa Gatot, kata Eliza dinilai juga telah merugikan organisasi, tempatnya bernaung. "Akan merugikan diri sendiri dan banyak pihak," ucap Nova.

Menurut Nova, perlu diambil langkah lebih lanjut apabila Gatot terbukti mengonsumsi narkoba. Salah satu yang perlu ditelusuri adalah latar belakang Gatot.

JPNN 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

ADA REZA ARTAMEVIA SAAT AA GATOT DITANGKAP?

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
Nama Reza Artamevia sempat dikait-kaitkan dengan sang guru spiritual Gatot Brajamusti. Ke mana pun Aa Gatot pergi, konon Reza selalu berada di sekitarnya. Lalu, di mana Reza saat Aa Gatot ditangkap di sebuah hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)?

Liputan6.com berkesempatan meliput jalannya kongres Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) di Hotel Golden Tulip Selaparan, Kota Mataram, NTB. Ternyata, Reza juga berada di lokasi yang sama.

"Alhamdulillah, pembukaan kongresnya berjalan lancar. Di usia PARFI yang sudah 60 tahun dan kali pertama diadakan kongres di luar Jakarta," ujar Reza Artamevia saat itu.

Mantan istri mendiang Adjie Massaid itu sempat berharap konflik-konflik yang terjadi dalam internal PARFI diselesaikan dengan baik. Dia juga menegaskan pencalonan Aa Gatot yang dikritik sebagian artis senior adalah sah.

"Saya rasa semua organisasi memiliki masalahnya masing-masing. Tapi dalam hal ini ditegaskan bahwa tidak ada satu pun penyelenggaraan ini yang menyalahi AD/ART. Pencalonan Aa Gatot sebagai calon, sudah memenuhi kriteria yang begitu lengkap," ujarnya.

Sayang, harapan Reza Artamevia yang juga ingin PARFI bersatu, akhirnya kandas. Aa Gatot Brajamusti yang terpilih menjadi Ketua Umum periode 2016-2021 diciduk oleh pihak Kepolisian Polres Mataram.

Reza Artamevia sendiri datang ke Lombok memang untuk mendampingi Aa Gatot Brajamusti. Sumber Liputan6.com memberikan informasi posisi Reza adalah asisten Aa Gatot dalam hal keuangan.

Dia itu sebagai tangan kanan Aa. Yang mengurusi keuangan, dan kesekertariatan deh pokoknya," ujar sumber tersebut.

Dari pengamatan Liputan6.com, sosok Reza Artamevia juga tidak muncul di Polres Mataram, tempat Aa Gatot menjalani pemeriksaan. Saat coba dihubungi, telepon genggam Reza pun mati. Lalu, akankah Reza muncul?

LIPUTAN6 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

GELEDAH RUMAH AA GATOT, POLISI JUGA TEMUKAN SENJATA API

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
Kepolisian menggeledah rumah Gatot Brajamusti sesaat setelah melakukan penangkapan di Mataram, Lombok, pada Senin dinihari. Polisi menemukan sabu seberat sepuluh gram dan sejumlah senjata api di rumah Gatot Brajamusti.

"Sebanyak 20 personel polisi kami kerahkan untuk menggeledah rumah tersangka di Jalan Niaga Hijau X Nomor 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi pada Senin, 29 Agustus 2016. Di dalam rumah Gatot, ia menemukan banyak barang bukti.

Barang bukti tersebut, di antaranya 30 jarum suntik, 9 bong atau alat isap sabu, 7 buah cangklong sebagai alat isap, 39 korek api, dan sebungkus sabu dengan berat 10 gram. Polisi juga menemukan senjata api di rumah Gatot.

Di antaranya 3 kotak amunisi, 765 browning atau 32 auto, senjata api jenis glock 25, senjata api jenis walther, senjata tajam jenis sangkur dan holder, 8 butir amunisi, 500 amunisi kaliber 9 milimeter, dan sekotak amunisi fiochini 32 auto. Dalam kasus ini, dia menjerat Gatot dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait dengan Penyalahgunaan Penyimpanan Amunisi dan senjata api.

Dia juga terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 05 Tahun1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Karena memelihara seekor elang dan memiliki awetan harimau Sumatera.

Kepolisian saat ini sedang menyelidiki seluruh kasus yang akan dijeratkan ke Gatot. Terkait dengan kasus penyalahgunaan psikotropika, telah diserahkan ke Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan. Sedangkan seluruh barang bukti perihal amunisi diserahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Termasuk seluruh barang bukti terkait perlindungan Satwa diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," ujar dia. Kata Boy, saat ini, kedua tersangka masih disidik di Polres Mataram ihwal kasus narkotika.

Polisi telah menangkap Gatot bersama istrinya, Dewi Aminah, di dalam sebuah hotel. Boy mengatakan artis Gatot ditangkap saat sedang mengkonsumsi sabu. Kata dia, Gatot ditangkap sesaat setelah terpilih lagi sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Ia terpilih untuk kedua kalinya setelah agenda sidang kongres digelar.

Gatot terpilih lagi sebagai Ketua Umum Parfi untuk periode 2016-2021. Gatot mendapatkan dukungan 464 suara dari 542 suara yang ada. Sebelumnya, ia juga sempat memimpin Parfi sejak 2011.

Artis Gatot pernah merilis album religi berjudul Tunjukkan Jalan yang Lurus. Gatot juga sedang ulang tahun pada hari ini ke-53 tahun. Dia sempat menempuh jenjang pendidikan di Universitas Indonesia, tapi tak sempat lulus. Tak lama kemudian, Gatot menikah dengan Dewi Aminah.

TEMPO


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

DITANGKAP PAKAI NARKOBA, AA GATOT BARU TERPILIH JADI KETUM PARFI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Polisi mengamankan artis sekaligus penyanyi Gatot Brajamusti di hotel Golden Tulip Kamar 1100 Jalan Jenderal Sudirman Nomor 4 Selaparan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena kepemilikan narkoba. Pria yang dipanggil Aa Gatot itu diamankan polisi setelah terpilih sebagai ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) periode 2016-2021.

"Tersangka adalah ketua umum Parfi yang baru saja terpilih," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Boy Rafli Amar kepada wartawan Senin (29/8).

Boy mengatakan, Gatot diamankan pada Minggu (28/8) malam, atau di sela-sela acara pemilihan ketum Parfi berdasarkan keterangan dari masyarakat. Kongres pemilihan ketum Parfi kebetulan dilakukan di hotel Golden Tulip sejak 24-28 Agustus 2016.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," kata Boy.

Sebelumnya, polisi menangkap Gatot Brajamusti bersama wanita diduga istrinya Dewi Aminah di kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam penangkapan itu ditemukan alat isap dan narkoba jenis sabu.

Informasi dihimpun, Gatot menikah dengan Dewi yang merupakan istri ketiganya pada 13 Agustus 1995. Sebelumnya, Gatot pernah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Dedeh Haryati dan keduanya bernama Mimin.

Penangkapan terhadap keduanya dilakukan Tim Satgasus Merah Putih Polres Mataram dan Lombok Barat. Gatot baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) ke dua kalinya dalam kongres yang dilakukan di Hotel Golden Tulip 24-28 Agustus.

"Kedua pelaku ditangkap di kamar hotel Golden Tulip kamar 1100. Tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, Senin (29/8).

Dari tangan Gatot disita 1 klip plastik berbentuk kristal putih di duga sabu, 1 alat pengisap sabu atau bong, 1 pipet kaca, 2 sedotan, 1 korek gas untuk membakar bong, 2 dompet berisi KTP, sejumlah uang dan 1 handphone. Sedangkan dari tangan Dewi ditemukan 1 stip obat dan 2 kondom.

Kemudian berdasarkan hasil keterangan Gatot dan Dewi, tim Satgasus Merah Putih dibawah pimpinan AKBP Hengky Haryadi dan AKBP Heri Herryawan bersama 20 anggota melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ditemukan lagi sejumlah barang bukti.

MERDEKA 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

POLISI SELIDIKI KETERKAITAN PELAKU BOM GEREJA MEDAN DENGAN JARINGAN TERORIS

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, sejauh ini belum ditemukan indikasi keterkaitan peristiwa percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef Medan dengan kelompok teroris dunia, ISIS.

Percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur Medan Sumatera Utara. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto kepada VOA Minggu (28/8) menjelaskan pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya saat Gereja dipenuhi jemaat saat ibadah pada Minggu pagi. Saat itu pelaku berlari mendekati pastor Albert S. Pandiangan yang sedang membaca Injil. Namun aksi ini gagal dan hanya menyebabkan pelaku terluka dan berhasil ditangkap. Hingga saat ini menurut Agus polisi masih menyelidiki keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris.

“Itukan ledakannya kecil aja. Ledakan seperti bunyi petasan. Ini masih ditelusuri. Masih diperiksa intensif,” ujar Brigjen Agus Rianto.

Saat ditanya seputar adanya dugaan keterkaitan dengan kelompok teroris dunia Negara Islam Irak Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) sehubungan dengan dugaan ditemukannya kain berlambang ISIS, Agus Rianto membantah hal itu.

“Kita tidak temukan itu. Tidak temukan. Memang ada selembar kain tapi tidak ada tulisan itu. Tulisan Arab memang ada tapi bukan tulisan ISIS,” bantah Brigjen Agus Rianto.

Agus Rianto menambahkan pelaku bom menderita luka akibat percikan api dari bom yang ia bawa di tas punggung. Sementara itu korban kedua adalah pastor Albert S. Pandiangan.

“Pelaku luka-luka, karena masyarakat yang emosi memukuli yang bersangkutan. Pendeta luka, karena diserang oleh pelaku. Luka di lengan sebelah kiri,” papar Brigjen Agus Rianto.

Sementara itu Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Gomar Gultom mengaku prihatin atas teror bom di Gereja Santo Yosef. Gomar Gultom mendesak Pemerintah lebih bersikap tegas terhadap kelompok intoleran radikal.

“Pertama-tama PGI menyampaikan keprihatinan mendalam bahwa masih adanya kelompok-kelompok yanag memaksakan kehendaknya lewat kekerasan di tengah-tengah bangsa kita. Dalam menghadapi hal ini Pemerintah perlu lebih tegas menghadapi kelompok-kelompok intoleran dan radikal. Karena kelompok-kelompok seperti inilah yang menjadi bibit akan munculnya terorisme itu. Jadi dia harus dihadapi dengan tegas sejak dini,” ujar Sekretaris PGI, Gomar Gultom.

Gomar Gultom menghimbau kepada umat kristiani untuk tidak melihat aksi teror bom ini sebagai persoalan antar agama. Gomar Gultom berpendapat teror bom ini dilakukan oleh kelompok yang anti terhadap ideologi Pacasila dan perdamaian di Indonesia.

“Himbauan kepada seluruh masyarakat khususnya kepada warga Gereja, untuk tidak memandang peristiwa ini sebagai persoalan seolah-olah ini serangan dari kelompok agama tertentu kepada warga Gereja yang sedang melakukan ibadah. Jadi tidak melihatnya sebagai persoalan antar agama tapi harus dilihat ini sebagai persoalan bangsa dimana ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan Pancasila, yang tidak setuju dengan perdamaian dan kemanusiaan, serta hendak menggerogoti bangsa ini,” ujar Gomar Gultom.

Lebih lanjut Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto berharap agar tidak ada persepsi di masyarakat bahwa Polri dan intelijen kecolongan dalam kasus teror bom ini. Agus memastikan saat ini kewaspadaan dan peningkatan keamanan di lokasi kejadian dan tempat ibadah lainnya dilakukan pengetatan keamanan.

“Kita lebih mengedepankan pengamanan internal Gereja. Jangan nanti dilarikan bahwa negara kecolongan. Atau Intel kecolongan. Oh iya. Semua wilayah kita lakukan peningkatan pengamanan. Kita terus melakukan langkah-langkah upaya pencegahan yang penting,” ujar Brigjen Agus Rianto.

Percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Santo Yosep di Jalan Dr. Mansur Medan Minggu (28/8) pagi. Pelaku diketahui berinisial IAH (18) melakukan aksinya di tengah ibadah berlangsung. Dengan membawa tas ransel di punggungnya pelaku berjalan ke arah pastor Albret S. Pandiangan yang sedang menyampaikan khotbah di depan mimbar sambil menghunus sebilah pisau. Percikan api kemudian keluar dari dalam tas ransel dan mulai membakar pelaku, namun tidak menimbulkan ledakan. Dalam serangan tersebut, Pastor Albret S. Pandiangan mengalami luka ringan lengan kirinya.

Personil Detasemen Gegana Polri Polda Sumatera Utara yang turun ke lokasi langsung melakukan sterilisasi di gereja tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya pelaku yang terluka bakar. Di dalam ransel pelaku ditemukan bom rakitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya.

VOA 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

SOPIR CABULI ANAK MAJIKAN DI KEDOYA SUDAH BEKERJA 6 TAHUN

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Pria berinisial AA (26), sopir pribadi yang diduga mencabuli anak majikannya di dalam mobil sudah 6 tahun mengabdi pada orangtua korban. AA ditangkap polisi setelah kabar pencabulannya viral di media sosial.

Kanit V Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Buddy Towuliu mengatakan, pengakuan AA sudah bekerja dengan orangtua korban selama 6 tahun.

"Pelaku sudah 6 tahun bekerja di orangtua korban sebagai sopir pribadi," ujar Buddy kepada Liputan6.com ketika dihubungi, Rabu (23/8/2016).

Seorang warga mengaku melihat dugaan pencabulan itu ketika sedang berkendara di Jakarta Barat, pada Senin 22 Agustus 2016. Saat itu, kondisi jalanan sedang macet, tiba-tiba ia melihat pemandangan asusila di dalam mobil berpelat nomor B 8*** HO, yang berhenti di depannya.

Si pengendara lalu melihat anak perempuan yang duduk di kursi belakang dan menaikkan kakinya ke sandaran kursi depan. Setelah itu, si sopir mengeluarkan ponsel dan memotret ke arah anak itu.

Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, ketika mengetahui pengakuan warga itu viral di media sosial, ia langsung memerintahkan Kepala Unit V Kompol Budi Towuliu untuk menyelidiki kebenarannya. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, diketahui mobil tersebut milik seorang warga Kedoya, Jakarta Barat.

Polisi pun bergegas ke rumah pemilik mobil dan mendapati seorang bocah perempuan 15 tahun berinisial A, yang diduga sebagai korban.

"Pelakunya sopir pribadi sendiri. Dan yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya terhadap si anak majikan. Korbannya masih duduk di bangku SMP," ujar Hendy.

LIPUTAN6 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

Minggu, 28 Agustus 2016

MAHASISWI CANTIK INI TERLIBAT PROSTITUSI, SEKALI MAIN 1,3 JUTA, WADUH!

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak, PPA Polrestabes Surabaya sedang gencar memberantas prostitusi. Kali ini unit itu berhasil membongkar praktik prostitusi di kalangan mahasiswi.

Mucikari dan dua korbannya adalah teman satu kos yang baru berkenalan dua minggu. Novita Sari, (28) seorang marketing salah satu perusahaan swasta di Surabaya ini, bersama dua mahasiswi yang menjadi korban praktik prostitusi.

Mereka hanya bisa pasrah saat digiring petugas ke Mapolrstabes Surabaya. Novita ditangkap Unit PPA Polrestabes Surabaya lantaran telah menjual dua teman kosnya, yakni Santi (20) dan Daniar (19). Keduanya adalah mahasiswi asal Madiun.

Novita menjual keduanya pada pria hidung belang dengan tarif Rp 1,3 juta. Perinciannya, Rp 1 juta untuk korban dan Rp 300 ribu untuk sang mucikari. Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, tersangka Novita mencari pelanggan pria hidung belang lewat situs jejaring sosial Facebook. Sementara untuk tawar menawar harga dilakukan dengan menggunakan Blackberry.

“Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti satu pack kondom, bukti transfer, serta handphone yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan,” kata Kompol Lily.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Novita Sari akan dijerat dengan pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang mempermudah dilakukan perbuatan cabul dan mencari keuntungan dari pelacuran perempuan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

FAJAR 


 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia