Sabtu, 19 Agustus 2017

POLISI TANGKAP PEMBAKAR UMBUL-UMBUL MERAH PUTIH DI PONPES BOGOR, INI DIA PELAKUNYA!



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kepolisian Resor (Polres) Bogor menetapkan satu tersangka kasus pembakaran umbul-umbul merah putih di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, pihaknya menetapkan satu tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 29 orang saksi yang diantaranya merupakan staf pengajar dan petugas keamanan di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas'ud di Desa Sukajaya.

"Dari 29 yang telah dimintai kesaksiannya kita tetapkan tersangka berinisial MS (24)," ujar Dicky kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (18/8/2017).

Dicky melanjutkan bahwa, MS merupakan oknum staf pengajar di Ponpes tersebut.

Saat ini, MS telah diamankan di Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan sudah diamankan dan masih dalam tahap pemeriksaan," jelasnya.

Atas kesalahannya, MS dikenakan Pasal 66 jo Pasal 24 huruf a UU No 24 Tahun 2009 tetang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dan atau Pasal 406 KUHP dan atau 187 KUHP.

Sebelumnya, ratusan warga Kampung Jami, Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor tersulut emosi ketika mendapati ada sebuah umbul-umbul warna merah putih yang dibakar.

Menurut Sekertaris Camat Tamansari, Ridwan, umbul-umbul tersebut diketahui dibakar sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (16/8/2017).

"Bukan, bukan bendera merah putih, tapi umbul-umbul cuma warnanya merah dan putih, kan umbul-umbul itu untuk menyemarakan 17 agustus, ya, dibakar, itu pun hanya ujung umbul-umbulnya," ungkapnya ketika dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (17/8/2017).

TRIBUNNEWS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

GURU PONDOK PESANTREN IBNU MASUD TERSANGKA PEMBAKARAN UMBUL-UMBUL



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kepolisian Resor Bogor menetapkan MS, 24 tahun, pengajar di Yayasan Tahfiz Quran Pondok Pesantren Ibnu Masud, Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, sebagai tersangka pembakaran umbul-umbul merah putih pada Rabu malam 16 Agustus 2017.

“MS sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Diky, Jumat, 18 Agustus 2017. MS menjadi tersangka setelah polisi memeriksa 29 saksi pembakaran umbul-umbul merah putih yang dipasang dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI. Dari 29 saksi yang diperiksa, 23 saksi adalah pengurus, pengajar dan petugas keamanan Ponpes Ibnu Masud.

Tersangka, kata Diky, sudah tidak mengakui NKRI. Bahkan untuk meluapkan kebenciannya terhadap NKRI tersangka membakar umbul-umbul merah putih yang dipasang untuk memeriahkan HUT RI. "Saat tersangka keluar kompleks Ponpes melihat umbul-umbul terpasang, langsung dia ambil dan bakar sebagai pelampiasan kebencianya pada negara."

Barang bukti yang disita polisi adalah kain umbul-umbul merah-putih yang dibakar tersangka. "Kain merah-putih yang disita polisi sudah terbakar sedikit," ujar Diky.

Ratusan warga dari sejumlah kampung di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mendatangi gedung Yayasan Pendidikan Ibnu Masud, Kamis 17 Agustus 2017 Kedatangan warga desa dipicu adanya umbul-umbul untuk peringatan 17 Agustus yang diduga dibakar orang di yayasan itu.

Dede, 39 tahun, warga setempat mengatakan pemasangan kain umbul-umbul berwarna merah putih ini, sudah menjadi tradisi warga di sepanjang jalan kampung pada setiap HUT Kemerdekaan RI. "Tiba-tiba ada seorang pemuda mendekati umbul-umbul di depan gerbang ponpes merusak dan membakarnya."

Pembakaran umbul-umbul itu diketahui sejumlah orang yang tengah berkumpul tidak jauh dari lokasi. Mereka kemudian mengejar pelaku yang diduga lari ke dalam kompleks pesantren. Sejumlah warga desa pun datang ke pihak yayasan untuk meminta klarifikasi. Warga yang datang ke ponpes sempat adu mulut dan nyaris baku hantam karena pengurus Ponpes menyangkal.

Dede mengatakan, kabar pembakaran kain umbul-umbul merah putih ini cepat menyebar ke warga desa lainya, sehingga puluhan orang datang ke lokasi. "Tadi malam puluhan warga yang marah sempat berkumpul untuk meminta tanggung jawab yayasan, namun sempat dihalau oleh Pak Kades yang datang bersama polisi ke lokasi." Karena belum juga ada penyelesaian, warga Desa Sukajaya datang dengan jumlah yang lebih banyak setelah mengikuti upacara HUT RI. "Warga tetap meminta pengurus yayasan mengklarifikasi kejadian pembakaran tersebut."
Ratusan warga kampung itu sempat dihalau oleh puluhan petugas kepolisian yang sudah melakukan penjagaan di lokasi. "Sejak kejadian tadi malam ratusan polisi datang mengamankan lokasi," ujar Dede.

Polisi menjerat MS dengan Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu kebangsaan dan KUHP. "Tersangka sudah kami tahan di Polres Bogor," kata Diky.


TEMPO


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

TOLAK PASANG BENDERA MERAH PUTIH, PONPES INI DITUTUP



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Warga Kampung Jami Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendatangi Pondok Pesantren Alquran Al Mas'ud.

Kedatangan warga ini karena pengurus pesantren tidak mau memasang bendera merah putih dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 di depan pintu gerbang ponpes tersebut. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka dua orang pengajar diamankan di Mapolres Bogor.

"Jadi begini. Dari semalam warga dengan pengurus pondok pesantren adu mulut. Karena, mereka tidak mau memasang bendera merah putih di sekitar ponpes," ungkap Wahyu, Kepala Desa Sukajaya, Kamis 17 Agustus 2017.

Meskipun pengurus ponpes bersikukuh menolak, namun warga tetap memasang umbul-umbul merah putih di sekitar ponpes tersebut. Akan tetapi, sejumlah warga melihat umbul-umbul yang dipasang itu justru dibakar oleh pengurus ponpes.

"Warga pun menjadi geram dan dua orang diamankan ke Mapolres Bogor," papar Wahyu. Dengan demikian, berdasarkan kesepakatan bersama maka Ponpes Alquran Al Mas'ud ditutup sampai September 2017. Hingga saat ini ponpes masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Bogor.

HARIANRIAU


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

UMBUL-UMBUL MERAH PUTIH DIBAKAR, WARGA BERSITEGANG DENGAN PESANTREN



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Sebuah pesantren yang berlokasi di Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, didatangi ratusan warga karena oknum pesantren diduga membakar umbul-umbul merah putih yang dipasang warga di gerbang pesantren. Dua orang pihak pesantren diamankan untuk dimintai keterangan.

"Ada dua orang yang dibawa, pengajar pesantren sama penjaga yang semalam tugas. Tadi bawa pakai baracuda ke Polsek," kata Kepala Desa (Kades) Sukajaya, Wahyu yang ditemui di Pesantren Ibnu Masud, Kamis (17/8/2017).

Wahyu mengatakan peristiwa hari ini diduga merupakan puncak kemarahan warga terhadap sikap pihak pesantren. Menurutnya, ada banyak hal dari pesantren itu yang bertentangan dengan warga.

"Sebenarnya kalau soal gotong royong, orang pesantren selalu ikut. Tapi kemarin ketika diminta memasang bendera dan umbul-umbul merah putih dan ikut upacara peringatan HUT RI, mereka menolak. Iya mereka menolak pasang bendera," kata Wahyu.

Informasi dihimpun, umbul-umbul merah putih tersebut terlihat terbakar oleh warga yang tengah berbincang di pangkalan ojek yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari gerbang pesantren pada Rabu (16/8/2017) malam sekitar pukul 20.40 WIB. Warga yang melihat hal tersebut langsung berteriak memanggil warga lainnya. Malam itu, beberapa warga sempat terlibat adu mulut dengan pengurus pesantren karena orang yang diduga membakar umbul-umbul merah putih adalah orang yang berasal dari dalam pesantren.

"Semalam warga sudah ramai, itu karena ada isu bendera dibakar. Tapi sekali lagi yang dibakar itu umbul-umbul, bukan bendera, umbul-umbul merah putih yang dipasang warga. Makanya warga marah," kata Wahyu yang ditemui di lokasi. "Semalam petugas polisi, TNI sudah datang, amankan, redam warga," sambungnya.

Warga yang tidak terima dengan pembakaran umbul-umbul merah putih yang mereka pasang kemudian kembali mendatangi pesantren. Beruntung, ratusan polisi sudah bersiaga sehingga tidak terjadi tindakan anarkis. Warga hanya berteriak di depan gerbang pesantren.

"Tadi dilakukan mediasi. Perwakilan warga dan aparat polisi sudah bertemu dengan pihak pesantren. Hasilnya, pesantren ditutup," kata Wahyu.

Pantauan detikcom pukul 16.00 WIB, puluhan anggota Polres Bogor masih berada di lokasi. Polisi bersenjata lengkap masih berjaga di depan gerbang pedantren untuk mengantisipasi adanya massa yang datang kembali ke pesantren.

DETIK


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

PONPES DITUTUP AKIBAT MENOLAK PASANG BENDERA MERAH PUTIH



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Warga Kampung Jami Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendatangi Pondok Pesantren Alquran Al Mas'ud.

Kedatangan warga ini karena pengurus pesantren tidak mau memasang bendera merah putih dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 di depan pintu gerbang ponpes tersebut. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka dua orang pengajar diamankan di Mapolres Bogor.

"Jadi begini. Dari semalam warga dengan pengurus pondok pesantren adu mulut. Karena, mereka tidak mau memasang bendera merah putih di sekitar ponpes," ungkap Wahyu, Kepala Desa Sukajaya, Kamis 17 Agustus 2017.

Meskipun pengurus ponpes bersikukuh menolak, namun warga tetap memasang umbul-umbul merah putih di sekitar ponpes tersebut. Akan tetapi, sejumlah warga melihat umbul-umbul yang dipasang itu justru dibakar oleh pengurus ponpes.

"Warga pun menjadi geram dan dua orang diamankan ke Mapolres Bogor," papar Wahyu. Dengan demikian, berdasarkan kesepakatan bersama maka Ponpes Alquran Al Mas'ud ditutup sampai September 2017. Hingga saat ini ponpes masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Bogor.

VIVANEWS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

TAK MAU PASANG BENDERA MERAH PUTIH, MINIMARKET DI NGAWI DITUTUP WARGA



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

Penutupan ini menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan. Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan.

"Ketua RT dan warga sekitar sudah memperingatkan agar minimarket memasang bendera merah putih tapi tidak dihiraukan. Makanya saya pimpin langsung warga untuk menutup minimarket itu" ujar Subandono saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 15/8/2017) malam.

Subandono menyayangkan pemilik minimarket yang enggan memasang bendera merah putih. Kekecewaannya makin memuncak tatkala mengetahui karyawan minimarket itu belum memasang bendera merah putih karena belum ada perintah dari atasannya.

Sebenarnya, sambung Subandono, imbauan pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul sudah disampaikan jauh hari kepada manajemen minimarket tersebut.

Sesuai edaran Pemkab Ngawi, pemasangan bendera dilakukan sejak 24 Juli 2017 lantaran sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi.

"Begitu mendapat edaran itu saya beritahukan kepada warga dan mereka langsung membeli bendera dipasang di depan rumah masing-masing. Bahkan warga kami yang tinggal di pelosok karena rasa cinta tanah air juga memasang bendera merah putih, " tuturnya.

Subandono menjelaskan, tidak dipasangnya bendera merah putih menunjukkan pemiliknya tidak memiliki rasa cinta tanah air. Menurutnya, bila pemilik belum memerintahkan memasang bendera merah putih semestinya karyawannya patungan membeli bendera.

"Tadi sempat kami tanya mengapa mereka belum pasang bendera merah putih. Alasannya menunggu pimpinan. Padahal mereka bisa patungan untuk membeli bendera tanpa harus menunggu perintah pimpinannya," kata Subandono.

Setelah ditutup warga, karyawan minimarket itu akhirnya memasang bendera merah putih. Ia mengharapkan peristiwa itu tak terulang lagi ke depannya.

Sementara itu, Marketing Communication Executive Director PT Indomarco Prismatama, Gondo Sudjoni mengatakan, karyawan toko Indomaret Geneng 2 Ngawi telah memasang bendera Merah Putih di depan toko Indomaret dalam rangka memperingati HUT RI ke-72.

Bendera, sambung Gondo, telah terpasang sejak 1 Agustus 2017. Namun pada 14 Agustus 2017 jam 01.47 sesuai rekaman CCTV toko, bendera yang telah terpasang hilang diambil oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Esok harinya, pada tanggal 15 Agustus, jam 11.40 Indomaret Geneng 2 kedatangan Kepala Desa Geneng dan meminta agar toko ditutup karena tidak memasang bendera Merah Putih," ucapnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (17/8/2017).

Gondo mengatakan, saat itu karyawan toko telah memberikan penjelasan dan akan memasang lagi, namun pihak Kepala Desa tetap minta toko ditutup.Demi menjaga suasana agar tetap kondusif dan terkendali, toko ditutup sementara.

Permasalahan ini akhirnya diselesaikan dengan mediasi dari pihak kepolisian (polsek setempat), kepala desa, Babinsa, dan perwakilan karyawan Indomaret, sehingga toko kembali beroperasi pukul 12.45 dan langsung memasang bendera kembali.

KOMPAS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

Jumat, 18 Agustus 2017

SEDIKITNYA 13 ORANG TEWAS DALAM SERANGAN MOBIL DI BARCELONA



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Sedikitnya 13 orang tewas dan 80 lainnya cedera dalam insiden sebuah mobil barang yang menabrak kerumunan di daerah wisata Las Ramblas di Barcelona, Spanyol.

Mobil tersebut melaju kencang di kawasan pejalan kaki dan polisi memperlakukannya sebagai aksi terorisme.

Pimpinan wilayah Katalan mengatakan dua orang sudah ditangkap sementara laporan media Spanyol menyebutkan seorang tersangka lain tewas dalam tembak menembak di pinggiran kota.

Para saksi mata melihat mobil barang secara sengaja menabrak orang-orang sebelum berhenti.

Polisi juga sudah menerbitkan foto dari seorang pria bernama Driss Oubakir, yang menyewa mobil barang yang digunakan menabrak para pejalan kaki tersebut.

Media setempat menyebut dia berumur 20-an tahun dan lahir di Maroko.

Dinas Layanan Darurat meminta warga untuk menjauhi kawasan tersebut.

Laporan-laporan dari tempat kejadian mengatakan orang-orang mencari tempat perlindungan di toko-toko dan cafe-cafe.

Koran El Pais melaporkan bahwa supir mobil barang itu melarikan diri tanpa kenderaan setelah menjatuhkan belasan orang.

Steven Turner -yang bekerja di sekitar tempat kejadian- mengatakan kepada BBC bahwa rekan-rekannya melihat sebuah mobil yang menabrak kerumunan orang.

"Saya melihat sekitar tiga atau empat orang terbaring di jalanan."

Kantor berita Reuters menyebutkan Dinas Layanan Darurat sudah meminta penutupan kereta bawah tanah dan stasiun kereta di sekitar tempat kejadian.

Las Ramblas

-. Jalan luas sepanjang 1,2 km di pusat kota Barcelona.

-. Memanjang dari Pla├ža de Catalunya (Alun-alun Catalunya) ke monumen Christopher Columbus di dekat pantai.

-. Amat populer di kalangan para turis dengan barisan kios pasar, bar, mapun restoran.

-. Dewan Kota Barcelona melakukan pembatasan untuk kenderaan bermotor tertentu karena banyak pejalan kaki.

Seorang mahasiswa yang tinggal di Barcelona, Marc Esparcia yang berusia 20 tahun, mengatakan kepada BBC, "Terdengar suara keras dan semua orang mencari perlindungan, Banyak orang dan banyak keluarga, tempat itu merupakan salah satu yang paling banyak dikunjungi di Barcelona.

"Saya kira beberapa orang ditabrak. Sangat mengerikan, Terjadi kepanikan, Mengerikan."

Saat diwawancarai BBC, dia mengatakan sedang berada dalam salah satu warung kopi di tempat itu untuk berlindung.

Masih belum jelas rincian dari insiden di Barcelona ini. Namun di beberapa kawasan Eropa -seperti Prancis, Jerman, dan Inggris- mobil digunakan para militan untuk melakukan serangan.

BBC


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262