Minggu, 22 Oktober 2017

PANGLIMA TNI JENDERAL GATOT NURMANTYO DITOLAK MASUK AMERIKA SERIKAT



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dikabarkan ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh Pemerintah AS.

Kabar itu diterima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melalui pemberitahuan penolakan yang disampaikan pihak maskapai Emirates.

Maskapai ini sedianya akan membawa Gatot dan istri ke Amerika Serikat menghadiri sebuah acara konferensi memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford, Jr. di Kota Washington, atas permintaan otoritas keamanan dalam negeri Amerika Serikat.

Seperti dikutip Tribunnews.com, Gatot Nurmantyo seharusnya terbang ke Amerika Serikat menggunakan maskapai penerbangan Emirates EK 0357, Sabtu (21/10/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketika hal ini dikonfirmasikan, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto membenarkan, seperti dikutip Kompas TV.

Gatot Nurmantyo dan istri sebelumnya sudah mengurus visa untuk keberangkatan tersebut.

Gatot Nurmantyo mengetahui ditolak masuk Amerika Serikat beberapa saat sebelum terbang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten.

Panglima TNI sudah melaporkan insiden penolakan ini ke Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno LP Masudi dan Menko Polhukam Wiranto.

KOMPAS

KRONOLOGI ROMBONGAN ANIES LAWAN ARUS DI PUNCAK VERSI POLISI



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kemacetan parah sempat terjadi di jalur Puncak, Bogor, Sabtu kemarin. Kemacetan itu sampai membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlambat menghadiri acara pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA), di Kebun Raya Bogor.

Anies mengaku terjebak macet di jalur Puncak, usai mengikuti acara Tea Walk yang dihadiri sekitar 8.000 PNS Pemprov DKI Jakarta di area perkebunan teh Gunung Mas.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Rastama mengatakan, kemacetan Sabtu pagi justru diakibatkan oleh bus dari rombongan PNS Pemprov DKI Jakarta yang parkir di bahu Jalan Raya Puncak. "Karena lahan parkir terbatas, jadi parkirnya sampai ke luar area. Ya arus lalu lintas jadi tersendat," kata Hasbi.

Hasbi juga menegaskan, Gubernur Anies Baswedan terjebak macet karena yang bersangkutan melawan arus saat kepolisian memberlakukan aturan satu arah dari Jakarta menuju Puncak sekitar pukul 08.00 WIB. Berikut kronologi insiden rombongan Gubernur DKI Anies Baswedan melawan arus one way versi Polres Bogor:

Pukul 08.30 WIB

Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama dikontak ajudan Anies Baswedan. Ajudan meminta izin melintas turun ke arah bawah pukul 10.00 WIB."Saat itu saya jawab, saya cek sebentar. Saya lihat jam, itu maih belum bisa," beber Hasby.

Pukul 09.50 WIB.

AKP Hasby mendapat informasi rombongan Anies Baswedan sudah turun ke bawah."Ada lima mobil. Ada Patwal juga," tambah Hasby.

Pukul 10.00 WIB

Hasby mendapat informasi posisi rombongan Anies Baswedan memerintahkan anak buahnya ikut membantu membuka jalur. Polantas Polres Bogor ikut melakukan pengawalan."Saya gabungin dengan tim pendorong, biar bisa lancar. Kami masih bantu saat itu," urai dia.

Tapi kemudian mobil rombongan Anies berhenti di satu tempat. Hasby segera bergerak ke lokasi dan meminta izin agar rombongan mencari jalur alternatif."Ini masih one way. Ini macetnya parah banget sampai interchange Bogor," tambah dia.

Namun saat itu rombongan Anies Baswedan, kata Hasby, memilih untuk tetap maju melawan arus di jalur one way."Ya sudah kami lepas saja," urai dia.

Hasby melanjutkan, sebenarnya, selama ini hanya tiga kondisi yang dia izinkan kendaraan melawan arus di jalur one way."Pertama ibu melahirkan, mobil ambulans, dan mobil membawa jenazah. Ini bahkan dulu ada menteri saya tidak izinkan menembus one way. Saya arahkan ke jalur alternatif, alhamdulillah menteri itu ikut arahan kami," beber Hasby.

Pukul 11.00 WIB

AKP Hasby mendapat laporan rombongan Gubernur DKI sudah meninggalkan Puncak.

"Untuk rombongan lain dari Pemprov DKI kami tahan di Gunung Mas, kami minta bantuan mereka agar meninggalkan lokasi di atas jam 12.00 WIB. Ini macet Puncak parah. Sebelumnya ada yang mencoba melambung, kami tilang 7 mobil Pemprov DKI," tutup dia.


Tim komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta membantah beredarnya kabar terkait kendaraan rombongan Anies Baswedan yang menerobos jalur satu jalur (one way) di Puncak, Bogor, dalam kegiatan tea walk, Sabtu 21 Oktober 2017 kemarin.

Bantahan Pihak Anies

"Tidak benar adanya penilangan terhadap rombongan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan itu," kata petinggi Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Naufal Firman Yursak melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (22/10/2017).

"Perjalanan dari Gerbang Tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor. Baik menuju ke Gunung Mas hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat rombongan gubernur masih dikawal oleh Dishub dan kepolisian," imbuh dia.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan sudah bersurat kepada pihak kepolisian terkait kegiatan tea walk.

LIPUTAN6

POLISI SEBUT ANIES BASWEDAN PAKSA BUKA JALUR TURUN PUNCAK SAAT ARUS NAIK



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang terlambat saat acara pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), di Kebun Raya Bogor. Anies mengaku, keterlambatannya itu karena terjebak macet di Jalur Puncak setelah mengikuti kegiatan PNS Pemprov DKI Jakarta di area perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Bogor.

Dia lantas membandingkan kondisi kemacetan di Jakarta dengan Puncak saat akhir pekan.

"Mohon maaf saya datangnya terlambat, karena PNS Jakarta setahun sekali ada kegiatan outting di sana (Puncak). Saya pulang lebih awal, tapi tetap saja traffic di Puncak kalau akhir pekan mengalahkan Jakarta," ucap Anies, Sabtu (21/10).

Menanggapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menampik terjadinya kemacetan di Jalur Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Hasby Ristama menjelaskan, Anies turun dari arah Puncak menuju Bogor saat polisi sedang menerapkan sistem satu arah (one way) ke arah Puncak. Sehingga, otomatis kendaraan yang diprioritaskan untuk melaju dari arah Jakarta menuju Puncak.

"Justru, pak Anies meminta kami membuka jalur pada saat one way (satu arah). Padahal kami sudah minta beliau agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau," kata Hasby, saat dikonfirmasi.

Hasby menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas.

Hal itu mengingat kondisi lalu lintas di Jalur Puncak setiap akhir pekan sangat padat.

"Bila berkoordinasi, kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak. Seharusnya penyelenggara (Pemprov Jakarta), juga memaksimalkan kendaraan bus bila ingin pergi rombongan sehingga tidak membludaknya kendaraan di Puncak," kata Hasby.

MERDEKA

POLISI HERAN MOBIL ROMBONGAN ANIES TEROBOS ARUS ONE WAY PUNCAK



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Polisi menyebut mobil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menerobos jalur one way usai meninggalkan acara Tea Walk di Gunung Mas, Bogor. Padahal, Anies sudah sempat disarankan agar melewati jalur alternatif.

"Komunikasi dengan ajudan Pak Anies, (namanya) Pak Didiet, 'mau turun bisa nggak' sekitar jam 10.00 WIB lewat telepon. Saya sampaikan dari awal sifatnya tunggu one way dulu. Entah kenapa beliau tetap turun ke bawah, kita bingung juga," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kepada wartawan, Sabtu (21/10/2017).

Hasby menambahkan saat itu dirinya sudah memberitahu jika arah Bogor menuju Puncak sedang diberlakukan sistem one way. Sehingga dia menyarankan agar rombongan Anies melalui jalur alternatif.

"Mau turun ke bawah itu one way awalnya kita tidak mengiyakan, karena masih dekat dengan mobil pendorong kami ya sudah. Cuma beliau berhenti dahulu sehingga menjauh dari tim pendorong kami, kami siapkan ada tim kami, arahan lewat jalur alternatif supaya aman, dan selamat," kata Hasby.

"Saya dengar dari HT personel kalau kendaraan beliau melawan arus sistem one way," sambungnya.

Hasby mengatakan hari ini proses one way menuju kawasan Puncak juga terhambat karena padatnya kendaraan di acara Tea Walk Korpri di Gunung Mas. Dia menambahkan kepadatan di Puncak pun tak terelakkan.

"Proses one way (hari ini) juga terhambat karena ada acara korpri biasa (one way) selesai pukul 08.30 WIB ini jadi 09.30 WIB. Di Puncak waktu satu jam saja tersendat bikin padat, hari ini sampai Interchange Bogor. Masalah komunikasi saja, kami sudah sampaikan jangan sampai menerobos arus, tapi tetap jalan turun ke bawah," jelasnya.

Sebelumnya, Wagub DKI Sandiaga Uno menyebut dia juga terjebak macet saat menuju acara Tea Walk Korpri DKI di Gunung Mas. Meski macet, menurutnya acara ini juga memberi dampak ke masyarakat.

"Saya tanya ini gimana dampaknya? Katanya oleh warga setempat malah membantu perekonomian. Karena di sana hotel-hotelnya juga penuh dan lain sebagainya. Jadi ada give and take. Tapi mungkin koordinasinya harus lebih baik mengenai lalu lintas ke depan," kata Sandiaga.

Kapolres Bogor AKBP Andi Mochmammad Dicky mengatakan kegiatan Tea Walk yang diadakan Pemprov DKI Jakarta tak berkoordinasi dengan polisi. Imbasnya, jalur Ciawi menuju simpang Gadog dipadati kendaraan.

"Untuk kegiatan tersebut tidak memberitahukan kepada satuan wilayah setempat dan sejak pagi hari banyak dari kendaraan tersebut yang melambung sehingga petugas beberapa kali melaksanakan penilangan dan peneguran," kata Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky dalam keterangannya, Sabtu (21/10).

Saat dimintai konfirmasi, Korpri DKI menyebut urusan izin adalah tanggung jawab pengelola lokasi karena sudah dimintai retribusi. Didi mengatakan retribusi itu sudah termasuk tanggung jawab soal keamanan. Dia menegaskan Pemprov DKI memang tidak perlu mengajukan izin kepada kepolisian.

"Karena ini wahana wisata, sama dengan di Jakarta, di Ancol, sekian banyak ribu datang orang tidak perlu harus lapor ke polisi yang datang. Jadi itu menjadi tanggung jawab pengelola. Jadi seharusnya yang koordinasi dengan pihak aparat itu pengelola kawasan wisata di sini," kata Sekretaris Dewan Korpri DKI Jakarta Didi Hartaya di Gunung Mas, Puncak, Sabtu (21/10).

Anies sudah diminta konfirmasi soal pernyataan Polres Bogor bahwa mobil rombongannya melawan arus one way Puncak. Ditemui usai menutup Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesperawi), Anies enggan berkomentar ketika ditanya tentang kunjungannya ke Puncak.

Saat kembali ditanya soal pernyataan Polres Bogor bahwa mobil rombongannya melawan arus, Anies hanya tersenyum usai menghadiri acara di Masjid Raya KH Hasyim Asyari.

DETIK

POLRES BOGOR: TERLAMBAT, GUBERNUR ANIES MINTA JALUR ONE WAY PUNCAK DIBUKA



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku terjebak kemacetan parah saat menghadiri acara di Kota Bogor dari Puncak. Satuan Lalu Lintas Polres Bogor mengatakan, Gubernur Anies melintas dari arah Puncak pada saat diberlakukan satu arah Jakarta/Bogor menuju Puncak.

Sejatinya, kehadiran Anies menghadiri acara pengukuhan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Bogor Raya pukul 10.00 WIB di Kebun Raya Bogor, Sabtu (21/10) dan menurut agenda, Ketua Kagama Ganjar Pranowo akan menyambut Anies.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Ganjar pun meninggalkan tempat karena harus segera kembali ke Jawa Tengah. Sementara, Wali Kota Bima Arya tiba di lokasi berselisih 15 menit setelah Ganjar pergi. Akhirnya, Anies tiba di lokasi Kebun Raya pada pukul 11.30 WIB. Mengenakan pakaian batik cokelat, alumnus Fakultas Ekonomi UGM 1989 ini disambut panitia.

"Bogor macetnya luar biasa, khususnya akhir pekan. Melebihi kemacetan di Jakarta," keluhnya.

Anies mengaku berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, usai menghadiri acara Kopri Pemprov DKI Jakarta di Gunung Mas, Puncak. Karena kemacetan, ia pun tiba di lokasi beberapa jam setelah dibuka.

"Saya mohon maaf sebelumnya," tambah Anies.

Menanggapi hal tersebut, Sat Lantas Polres Bogor menampik terjadinya kemacetan dari Jalur Puncak. Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Hasby Rastama menjelaskan, Gubernur Anies turun dari Puncak menuju Kota Bogor pukul 08.00 WIB, padahal Satlantas Polres Bogor tengah memberlakukan sistem satu arah atau one way sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

"Justru, Pak Anies meminta kami membuka jalur pada saat one way. Padahal kami sudah minta gubernur agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau," katanya.

Hasby pun menyayangkan, Pemprov DKI Jakarta tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas, mengingat lalu lintas jalur Puncak setiap akhir pekan sangat padat.

"Bila berkoordinasi, kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak. Seharusnya penyelenggara (Pemprov Jakarta), juga memaksimalkan kendaraan bus bila ingin pergi rombongan, sehingga kendaraan di Puncak tidak membeludak," imbuhnya.

Saat ini, polisi masih melakukan sudah memberlakukan normal jalur Puncak. Antrean kendaraan pun saat ini masih ramai lancar dan sebagian besar didominasi kendaraan pelat merah milik Pemprov Jakarta.

BERITASATU

MACET DI PUNCAK, ROMBONGAN GUBERNUR DKI ANIES TEROBOS ONE WAY



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Iring-iringan kendaraan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaksa menerobos arus di jalur Puncak ketika sedang diberlakukan one way atau satu arah ke arah Puncak, Sabtu, 21 Oktober 2017. Kepolisian Resor Bogor sempat meminta rombongan Anies Baswedan untuk menunggu arus lalu lintas Puncak kembali normal atau menempuh jalur alternatif.

Namun iring-iringan rombongan Gubernur DKI Jakarta sebanyak lima kendaraan memaksakan diri turun dari arah Puncak menuju Jakarta dengan melawan arus. "Saya sempat kaget karena rombongan Gubernur DKI Jakarta menerobos dan melawan arus yang saat itu kondisinya masih one way dari bawah ke atas," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama.

Saat itu, rombongan Anies Baswedan hendak pulang dari acara Tea Walk di Gunung Mas Puncak, yang diikuti ribuan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasby mengatakan sebelumnya dia sempat dihubungi oleh seseorang bernama Didit, yang mengaku dari pihak Pemprov DKI Jakarta. "Dia meminta pengawalan Gubernur DKI Jakarta yang akan turun dari Gunung Mas," kata Hasby.

Namun kondisi jalur Puncak saat itu sedang one way dari Jakarta menuju Puncak karena masih pukul 10.00. Polres Bogor meminta rombongan Anies Baswedan untuk menunda turun karena kondisi lalu lintas jalur Puncak macet parah. "Mereka sempat menanyakan kapan Puncak akan dibuka dari arah atas ke bawah. Karena sangat macet saya tidak bisa memastikan," kata dia.

Sebenarnya Kepolisian Resor Bogor sudah menyiapkan jalur alternatif yang dapat dilalui rombongan Gubernur DKI Jakarta agar tetap bisa turun dari Gunung Mas menuju Jakarta. "Kita sudah siapkan jalur alternatif melalui Taman Safari Indonesia, yang biasa digunakan untuk jalan warga Puncak, dengan dikawal petugas Lantas Bogor," kata dia.

Pihak kepolisian, kata Hasby, tidak bisa berbuat banyak karena rombongan Anies Baswedan tetap turun dari Puncak dengan cara melawan arus. "Rombongan turun dari Puncak tanpa pengawalan petugas kepolisian karena kami tidak mau ambil risiko," kata dia. "Risiko mereka yang tanggung sendiri, tapi banyak pengguna jalan dan masyarakat yang protes ke kami."

Rombongan Gubernur DKI Jakarta pulang lebih awal dari acara Tea Walk pegawai Pemprov DKI Jakarta di Gunung Mas untuk menghadiri acara pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Kebun Raya Bogor, Sabtu siang. "Saya mohon maaf telat hadir karena harus menghadiri outting PNS satu tahun sekali, saya sengaja turun lebih awal akan tetapi traffic di jalur Puncak macetnya mengalahkan jalan di Jakarta," kata Anies di Kebun Raya Bogor.

TEMPO

BIKIN KACAU LALIN DI JALUR PUNCAK, PANITIA ACARA ANIES-SANDI DITILANG



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Andi Moch Dicky melapor ke Kapolda Jawa Barat usai anggotanya melakukan serangkaian penilangan terhadap panitia acara Korpri DKI yang dihadiri Anies-Sandi di Agrowisata Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2017).

Dalam laporan yang dibuat Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, telah melakukan one way ke arah Puncak sejak pukul 07.30.

Tapi kemudian terjadi kepadatan di arus keluar-masuk Agrowisata Gunung Mas akibat aktivitas DKI 1 (Anies-Sandi) beserta jajaran Pemprov.

Polres Bogor memperkirakan acara di Gunung Mas dihadiri 15 ribu orang. Akibatnya jalur puncak terkunci dengan simpul kemacetan di daerah Gunung Mas.

Dalam laporan itu juga disebut bahwa panitia kegiatan Pemprov DKI bersama Anies-Sandi di Gunungmas tak memberitahukannya ke satuan wilayah setempat.

Dilaporkan pula ke Kapolda Jabar sejak pagi banyak kendaraan dari arah Gunungmas melawan arah. Sehingga petugs di beberapa kali melaksanakan penilangan dan peneguran.

Sebab akibat aksi melawan arah membuat proses one way terhambat. Sejak dimulai pukul 07.30, one way ke arah puncak baru terbuka lebar pukul 09.30. Padahal seharusnya pukul 08.00 sudah terbuka lebar.

Langkah-langkah yang dilakukan petugas kepolisian, antara lain :

1. Petugas kepolisian melakukan pengaturan arus disepanjang jalur puncak dengan jumlah personel sebanyak 150 orang.
2. Melaksanakan penutupan arus lalin di pintu masuk gunung mas.
3. Memberitahukan situasi arus lalin melalui medsos dan media mainstrem.
4. Memberitahu kepada panitia acara DKI Jakarta di Gunungmas untuk tetap tertib dan tidak melawan arus.
5. Menghimbau kepada masyarakat agar bisa menggunakan jalur selain puncak mengingat antrian dari gadog simpang puncak memanjang kurang lebih hampir 10 Kilometer lebih mendekat interchange bogor.
6. Melaksanakan public address disepanjang jalur puncak untuk memberitahukan situasi puncak terupdate
7. Dimohon masyarakat agar tertib berkendaraan dan mematuhi aturan berlalu lintas.

Begitulah laporan yang disampaikan Kapolres Bogor ke Kapolda Jawa Barat terkait tersendatnya arus lalu lintas di jalur Puncak.

Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky, mengatakan, pihaknya kini tengah berjuang keras mengatur one way dari bawah ke arah puncak.

"Sekitar jam 13.00, one way ke bawah kita mulai supaya yang terjebak diatas bisa turun ke bawah," kata Andi ketika dihubungi, Sabtu (21/10/2017).

TRIBUNNEWS