Kamis, 22 September 2016

TANPA OTTO HASIBUAN, PENGACARA JESSICA JADI TERTAWAAN

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

‎Sidang ke-24 kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongo kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun ada pemandangan yang berbeda pada sidang yang menghadirkan ahli pidana Universitas Brawijaya Prof Masruchin Ruba'i ini.

Koordinator penasihat hukum Jessica, Otto Hasibuan, tidak hadir di persidangan. Yudi Wibowo Sukinto yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan ‎Jessica pun mengambil kendali di tim penasihat hukum.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (22/9/2016),‎ jumlah tim penasihat hukum Jessica yang hadir di ruang persidangan tidak sebanyak biasanya yang mencapai delapan sampai 10 orang.

Hujan interupsi dari kubu jaksa penuntut umum (JPU) sempat tersaji di dalam persidangan lantaran penasihat hukum Jessica beberapa kali melontarkan pertanyaan kepada ahli di luar keahliannya. Namun suasana cepat kondusif setelah majelis hakim yang diketuai Kisworo berusaha menengahi.

‎Tim kuasa hukum Jessica Wongso kembali mengajukan pertanyaan ke ahli. Beberapa kali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penasihat hukum Jessica mengundang tawa dari pengunjung yang hadir di persidangan.

‎Bahkan, Kisworo terlihat sempat berusaha menahan tawa mendengar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengacara Jessica, seperti Yudi dan Sordame Purba. Sesekali hakim Kisworo menoleh ke JPU yang terlihat "kebelet" interupsi.

Ia pun memberikan tanda agar JPU tidak menyela terlebih dahulu. Pandangan serupa juga tampak pada dua hakim lain, Partahi Tulus Hutapea dan Binsar Gultom, yang juga berusaha menutupi tawanya dari sorot kamera.

Terlebih ketika Yudi menganalogikan spidol dalam suatu tindak pidana pembunuhan tidak ditemukan. Hakim Kisworo lalu menyela.

"Masak penasihat hukum mau nanya racun di kasus ini disembunyikan di mana pada ahli?" ujar Kisworo yang disambut tawa para pengunjung sidang, PN Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Kisworo mengingatkan penasihat hukum jika waktu bertanya mereka sudah hampir habis. Sebagaimana kesepakatan awal, masing-masing kubu diberikan kesempatan bertanya selama sejam.

"Cukup ya, giliran JPU," ucap Kisworo, yang diterima begitu saja tanpa perlawanan.

Bukan kali ini saja Otto tak tampak di ruang sidang ketika persidangan masih berlangsung. Sejak Rabu, 21 September 2016 malam, Otto sudah tak tampak di ruang sidang atau setelah ahli toksikologi forensik dari Australia, Michael David Robertson, usai memberikan kesaksiannya pad sekitar 20.30 WIB.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait ketidakhadiran Otto Hasibuan. Awak media sudah menanyakan kepada beberapa penasihat hukum Jessica lainnya, tetapi belum ada jawaban pasti.

LIPUTAN6 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

BOHONG SOAL GASTON, JUPE SEBUT KARTIKA PUTRI 'MISS DRAMA QUEEN'

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Belum lama ini, Kartika Putri sempat mengaku sudah bertemu dengan Julia Perez dan Gaston Castano. Pertemuan itu menurut Kartika Putri cukup untuk meluruskan gosip hubungan asmara dengan Gaston Castano yang dikabarkan telah membuat hubungannya menjadi renggang.

Pernyataan Kartika Putri itu ternyata membuat Julia Perez heran. Pelantun lagu "Aku Rapopo" ini merasa tak pernah melakukan pertemuan dengan Gaston dan Kartika Putri di pernikahan Dilang Dirga dan Adiezty Fersa.

"Itu dia, saya justru langsung lihat di media online. Saya pikir berarti ini info terpercaya, di situ dibilangnya ada pertemuan. Nah, saya bingung, perasaan enggak ada Gaston, deh. Enggak ada batang hidungnya Gaston," ujar Julia Perez, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).

"Saya pikir apa dia mau drama? Dia maunya heboh aja kali ya? Duh, saya makanya mau tanya ke Karput, memang ada Gaston ya?" sambungnya.

Mengenai foto bersama Kartika Putri, Julia Perez tak menyangkalnya. Namun, momen foto itu tak dilakukan bersama Gaston Castano.

"Foto memang kebetulan di acara kawinan Gilang. Ketemu dia katanya takut di-bully. Dia ajakin pelukan dan foto. Nah, sudah foto (berdua). Cuma dia bilang di berita (media), kok ada ketemu sama Gaston. Gue jadi bingung," ungkap janda Damien Perez ini.

Saking herannya, Jupe pun menyebut Kartika Putri sebagai Miss Drama Queen alias "Si Ratu Drama". "Coba tanya dia deh, ada di mana si Gaston itu? Menurut gue, pas banget disebut Miss Drama Queen," Julia Perez menggakhiri.

LIPUTAN6 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

CARI LAWAN AHOK-DJAROT, SBY-PRABOWO BERTEMU DI CIKEAS

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Siapa lawan pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Ahok-Djarot sepertinya bakal segera muncul dari kesepakatan di Cikeas.

Ini menyusul dinamika yang terjadi di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Kamis (22/9).

RMOL Jakarta melaporkan, pertemuan para petinggi partai antara lain, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pimpinan empat partai lainnya yakni PPP, PKB, PAN dan tentunya Demokrat berlangsung di Cikeas.

“Itu lagi di pertemuan. Saya disuruh duluan (ke Kertanegara, kediaman Prabowo) tadi,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik membenarkan pertemuan tersebut.

Pertemuan di Cikeas ini dilakukan setelah perwakilan empat partai yang berkumpul di Cikeas sepakat mengusung calon sendiri pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Nah, hitung-hitungannya, kini sedang dijajaki kesepakatan besar antara dua gerbong besar yakni empat partai PAN, Demokrat, PKB dan PPP dengan kubu Gerindra-PKS.

FAJAR



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

POROS CIKEAS DISEBUT MUNCUL KARENA SANDIAGA UNO TAK PEDE

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan para elite dari empat partai politik di kediamannya, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, untuk membahas pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2017. Poros Cikeas itu disebut muncul justru karena Sandiaga Uno tidak percaya diri untuk bisa melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat.

Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, rasa tidak percaya diri Sandiaga tersebut akhirnya memicu keraguan empat partai politik terhadap elektabilitas Sandiaga.

“Sandi enggak pede, mereka jadi ragu, sehingga memang ada keinginan untuk memunculkan poros ketiga, poros Cikeas,” ujar Yunarto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/9).

Alasan kedua munculnya poros Cikeas, kata Yunarto, adalah karena ego partai politik yang tidak setuju dengan deklarasi Sandiaga-Mardani Ali Sera yang diusung Partai Gerinda dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai Demokrat, Partai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), merasa tidak memiliki peran dalam deklarasi tersebut sehingga membentuk poros Cikeas dianggap perlu.

Di sisi lain, lanjut Yunarto, Demokrat dianggap memiliki peran yang signifikan dalam percaturan politik tingkat nasional—salah satunya digambarkan dalam peta politik Jakarta.

“Faktor SBY dianggap pemersatu karena bagaimana pun memiliki pengalaman menjadi penguasa selama 10 tahun dan menjadi kekuatan di tingkat nasional dan Jakarta,” tutur Yunarto.

Poros Cikeas, Yunarto menjelaskan, juga memiliki sejarah panjang dengan rivalitas SBY dan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Rivalitas yang dianggap tidak akan berakhir.

“Ini bukan cuma soal SBY dan Megawati, tetapi antara oposisi dan penguasa, karena Ahok pasti juga mendapat dukungan dari Jokowi dan Megawati yang kini menjadi penguasa,” tuturnya.

Terkait kandidat yang dapat melawan Ahok di pilkada DKI 2017, Yunarto tetap berpendapat, idealnya mereka adalah para kepala daerah yang berprestasi seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Keputusan keduanya untuk tidak hijrah ke Jakarta—dengan berbagai alasan pribadi dan politis—seharusnya membuat para elite partai memilih tokoh nasional lain yang bisa mengimbangi Ahok.

“Mau enggak mau harus sosok nasional yang cenderung bisa berpotensi besar karena bisa menyatukan semua partai. Karena kalau sekadar kader partai, itu sulit mereka mengedepankan ego,” katanya.

Pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi sebelumnya mengatakan, dipilihnya Cikeas sebagai lokasi untuk mencari lawan tanding Ahok memang menunjukkan, pengurus-pengurus partai selain Demokrat menemui jalan buntu.

“Mereka sulit mencari siapa yang pas dicalonkan, tidak ada ideologi yang jelas. Sementara SBY sudah menjadi Presiden selama 10 tahun, dan masih memiliki sambung rasa dengan elite,” ujar Kristiadi.

Menurut Kristiadi, pemilihan tempat di Cikeas tak hanya perkara sederhana memilih lokasi bertemu. Tetapi menunjukkan bahwa SBY masih memiliki pengaruh besar dalam peta politik di Indonesia.

CNN 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

SELAIN RISMA, PARPOL DISEBUT TAK PUNYA KADER HADAPI AHOK

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
Pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2017 seharusnya menjadi ajang pamer partai politik yang memiliki pengkaderan terbaik. Namun pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut, tidak ada satu pun kader partai politik yang dapat bersaing dengan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Satu-satunya kader partai yang seharusnya dapat menjadi lawan seimbang bagi Ahok adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus kepala daerah berpretasi yang dinilai dapat menarik pemilih Jakarta.

“Harus diakui, sosok kader partai tidak ada, selain Risma. Maka itu mereka sulit mencari, siapa yang seharusnya menjadi lawan Ahok,” kata Yunarto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/9).

Nama-nama dari kader partai politik yang muncul saat ini hanya Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan Mardani Ali Sera dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selain itu, yang mencuat ke publik adalah sosok nonpartai seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Bahkan belakangan, muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengaku mempertimbangkan semua nama yang muncul, termasuk Agus.

"Ada yang meminta, namun belum dibahas lebih lanjut. Permintaan secara resmi belum ada,” tutur Syarif.

Menurut Yunarto, ketiadaan kader partai politik sebenarnya dapat diganti dengan sosok kepala daerah berprestasi seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan tentu saja Risma.

Hal senada disampaikan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) J Kristiadi. Menurutnya, partai politik kesulitan memilh sosok untuk diusung pada pilkada DKI karena memang tidak ada yang menonjol.

Jika harus memilih, Kristiadi menyebut nama Anies Baswedan sebagai sosok yang paling cocok digadang untuk melawan Ahok-Djarot. Intelektualitas dan latar belakang pendidikan kuat yang dimiliki Anies disebut mampu menandingi popularitas Ahok.

“Mas Anies adalah aset bangsa, dia yang paling menonjol, meskipun belum menunjukkan kepemimpinan yang sangat keras di di pilkada,” katanya.

Ada dua syarat yang harus dimiliki oleh calon lawan Ahok. Pertama, kata Kristiadi, tidak mengumbang isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kedua, tidak hanya mencari kemenangan politik tetapi juga harus mampu menciptakan pesta politik yang bermartabat.

“Kalau mengumbar SARA enggak akan laku. Tetapi harus rasional dan mendidik,” ujar Kristiadi.

CNN 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia
 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

PKB BERI SINYAL DUET ANIES-SANDIAGA JADI LAWAN AHOK DI PILGUB DKI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
PDIP telah menjatuhkan pilihan politik untuk mendukung duet Basuki T Purnama dan Djarot Saipul Hidayat di Pilgub DKI 2017. Menanggapi fakta itu, Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan partai-partai di luar Ahok-Djarot makin intensif berkonsolidasi mencari calon alternatif.

Adapun enam partai yang belum mengumumkan bakal calon definitif yakni PKB, PPP, PAN, PKS, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat. Keenam partai itu, katanya, telah menyiapkan kejutan paket pasangan calon untuk menandingi Ahok.

"PKB pertama, berusaha merajut partai untuk dalam kebersamaan sehingga bisa melahirkan calon alternatif terbaik yang bisa membawa Jakarta lebih baik," kata Daniel saat dihubungi, Rabu (21/9).

"Intinya mudah-mudahan ada kejutan," sambung dia.

Sejumlah nama masuk dalam bursa pasangan calon alternatif, salah satunya Mantan Mendikbud Anies Baswedan dan kader Gerindra Sandiaga Uno. Daniel pun tidak membantah wacana duet Anies-Sandiaga jadi salah satu opsi yang akan diusung partai-partai non-Ahok.

"Ya, itu bagian dari kejutan. Artinya, pasangan Anies dan Uno (Sandiaga Uno) bisa menjadi salah satu yang dibahas," klaim Daniel.

Ditambahkannya, keenam partai rencananya akan mengumumkan pasangan calon definitif pada 22 September mendatang.

"Baik DPP maupun DPW saling komunikasi sekarang. Paling cepet besok tapi saya rasa tanggal 22 September," pungkas anggota Komisi IV ini.

MERDEKA 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

Rabu, 21 September 2016

5 JAM DI ATAP RUMAH, IBU INI PASRAH LIHAT ANAKNYA TEWAS DITERJANG BANJIR GARUT

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Selama lima jam, Mimin (48), bersama anak kelimanya harus bertahan di atap rumah. Sedangkan, satu anak dan menantunya terbawa hanyut, saat banjir bandang datang.

Sejak pukul 22.00 Wib, warga Kampung Bojongsudika, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul itu terpaksa naik ke atas atap. Luapan air tiba-tiba memenuhi rumahnya. Bahkan, ketinggian air mencapai 2,5 meter.

"Atap rumah saya saja hampir terendam air. Saya teriak-teriak minta tolong tapi tidak ada yang menyelamatkan. Soalnya, arus air sangat deras," ucap Mimin saat menunggu jasad anaknya di RS Guntur, Rabu (21/9/2016).

Mimin masih terlihat tegar, walau anak sulungnya atas nama Feri (20) ditemukan tewas. Namun, Mimin masih khawatir karena menantunya atas nama Siti masih belum ada kabar.

"Semua barang-barang ludes. Saya hanya mikir untuk menyelamatkan diri," ujarnya.

TRIBUNLAMPUNG 



 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia