Selasa, 27 Juni 2017

DITANYA TENTANG STATUS INSTAGRAM KAHIYANG, JOKOWI BILANG DOAKAN SAJA



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersenyum saat ditanya wartawan tentang rencana pernikahan puterinya, Kahiyang Ayu. Jokowi membei tanggapan singkat dengan mengatakan, "Doakan saja."

Wartawan menanyakan hal itu kepada Jokowi usia dia meninjau pembagian sembako gratis tak jauh dari kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Senin (26/7/2017).

Hal senada diungkapan salah satu kerabat keluarga Jokowi yang enggan disebut namanya.

"Belum Mas, belum ada tanggalnya," katanya sambil berjalan mengikuti rombongan Jokowi menuju kediamannya di Jalan Kutai, Sumber, Solo.

Kahiyang Ayu, anak kedua pasangan Joko Widodo dan Iriana, belum lama ini memasang status di akun instagram-nya yang mengatakan "I said Yes". Status tersebut menjadi perbincangan di dunia media sosial dan dikaitkan dengan rencana pernikahan Kahiyang.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait rencana pernikahan putri Presiden Joko Widodo tersebut.

KOMPAS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

POLISI GEREBEK PERCETAKAN BUKU ISIS DI MEDAN, 4 ORANG DITANGKAP



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Polisi menggerebek percetakan yang diduga mencetak buku yang isinya mengenai paham ISIS. Penggerebekan ini merupakan pengembangan kasus serangan ke pos jaga Mapolda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan penggerebekan percetakan yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Sumut dan Densus 88 itu tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (25/6) sore.

"Diamankan empat orang (terkait percetakan). Mereka masih diperiksa dan masih didalami. Mereka (sebagai) saksi," kata Rina kepada detikcom, Senin (26/6/2017).

Menurut Rina, dari percetakan itu ditemukan buku tulis tentang doktrin terhadap anak yang isinya diduga paham ISIS.

"(Ditemukan) ada 155 buah buku," jelasnya.

Rina belum bisa memastikan apakah buku tersebut sudah menyebar atau belum. Ia kembali berujar, petugas gabungan sedang melakukan pendalaman.

"Masih didalami apakah sudah nyebar atau belum," kata Rina.

DETIK


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

KHATIB TEBAR BENCI DALAM KHUTBAH, JAMAAH SALAT IDUL FITRI DI YOGYAKARTA BUBAR



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Seorang khatib Idul Fitri, Ikhsan Nuriansyah Bajuri, menyinggung kasus penistaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam khutbahnya. Insiden ini pun memicu para jamaah salat id terpaksa membubarkan diri.

Terjadi di Alun-Alun Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (25/6/2017), khatib Ikhsan menyampaikan khutbahnya bernada kebencian dalam arti menyebar hate speech.

“Ahok merupakan penista agama,” ucap sang khatib di hadapan ribuan jamaah.

Ia kemudian mengatakan, seorang penista agama tidak harus dibela ataupun dibantu, apalagi dibantu oleh negara termasuk aparat kepolisian. Dia mendukung sepenuhnya hukuman terhadap Ahok agar menimbulkan efek jera dan tidak ada lagi yang menistakan agama.

Jamaah yang semula duduk mendengar khutbah pun serentak berdiri dan meninggalkan lapangan serta melipat peralatan salat mereka.

Menurut Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Iskanto, insiden tersebut benar terjadi. Isi khutbah dari sang khatib dinilai vulgar, provokatif, dan terlalu banyak menuding pihak lain serta mempermasalahkan penistaan agama yang sebelumnya telah reda.

“Kalau masalah yang diungkapkan sebenarnya faktual, tapi untuk konsumsi umum itu kurang pas,” tandas Iskanto.

Pihaknya pun sangat menyayangkan ada seorang khatib yang berani berlaku demikian. Padahal, bagi Iskanto, khatib seharusnya bisa menyampaikan hal-hal yang tidak memicu konflik dan pertentangan, apalagi itu disampaikan di hadapan jemaah salat id yang mestinya meneduhkan dan menyejukkan.

“Sejak awal khutbah Ikhasan langsung menyinggung kasus penodaan agama,” jelasnya.

Atas insiden ini, ikrar halal bihalal yang sedianya dilakukan usai salat Idul Fitri oleh para jemaah, akhirnya hanya diikuti beberapa orang saja, karena sebagian besarnya telah membubarkan diri karena tindakan gegagah dari seorang khatib provokatif.

SUARADEWAN


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

KHATIB SINGGUNG AHOK, RIBUAN JAMAAH SALAT IDUL FITRI BUBAR



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Ribuan jamaah Salat Idul Fitri 1438 Hijriyah di Alun-alun Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi 25 Juni 2017 kemarin tiba-tiba membubarkan diri. Padahal saat itu khatib Idul Fitri, Ikhsan Nuriansyah Bajuri, tengah menyampaikan khutbah.

Sikap jamaah itu bukan tanpa alasan, hal itu terjadi lantaran Ikhsan sejak awal khutbahnya secara terang-terangan menyinggung kasus penistaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Akibatnya, ribuan jamaah yang semula duduk mendengar khutbah serentak berdiri dan meninggalkan lapangan dan melipat peralatan salat.

Dilansir dari viva.co.id, Ketua PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Iskanto membenarkan kejadian itu. Menurut Iskanto, isi khutbah yang disampaikan Ikhsan tersebut dinilai vulgar dan terlalu banyak menuding pihak lain dan mempermasalahkan kasus penistaan agama tersebut.

“Kalau masalah yang diungkapkan sebenarnya faktual tapi untuk konsumsi umum itu kurang pas,” kata Iskanto di lokasi Salat Idul Fitri.

Iskanto pun menyayangkan peristiwa tersebut. Seharusnya, seorang khatib bisa mengira-ngira apa yang sepatutnya dapat disampaikan di depan jamaah. Ia berharap untuk ke depan agar khutbah berisi hal-hal yang menyejukkan dan menggembirakan.

Diketahui, Ikhsan langsung menyinggung tentang kasus penodaan agama yang menjerat Ahok. “Ahok merupakan penista agama,” ucapnya di hadapan ribuan jamaah.

Akibat kejadian itu, ikrar halal bihalal yang sedianya dilakukan usai salat Idul Fitri oleh para jamaah, akhirnya hanya diikuti beberapa orang saja, karena sebagian besarnya telah membubarkan diri.

RADARBANGSA


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

KHATIB SINGGUNG KASUS PENODAAN AGAMA, JEMAAH SALAT IED BUBAR



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Ada pemandangan tak biasa saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1438 Hijriyah di Alun-alun Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi 25 Juni 2017. Jemaah membubarkan diri pada saat khatib Idul Fitri, Ikhsan Nuriansyah Bajuri, menyampaikan khutbahnya.

Dalam khutbahnya, Ikhsan sejak awal menyinggung kasus penistaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Jemaah yang semula duduk mendengar khutbah serentak berdiri dan meninggalkan lapangan dan melipat peralatan salat.

Ketua PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Iskanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, isi khutbah tersebut dinilai vulgar dan terlalu banyak menuding pihak lain dan mempermasalahkan kasus penistaan agama tersebut.

"Kalau masalah yang diungkapkan sebenarnya faktual tapi untuk konsumsi umum itu kurang pas," katanya.

Iskanto menyayangkan peristiwa tersebut. Seharusnya, seorang khatib bisa mengira-ngira apa yang sepatutnya dapat disampaikan di depan jemaah. Ia berharap untuk ke depan agar khutbah berisi hal-hal yang menyejukkan dan menggembirakan.

Sejak awal khutbah, Ikhsan langsung menyinggung tentang kasus penodaan agama yang menjerat Ahok. "Ahok merupakan penista agama," ucapnya di hadapan ribuan jemaah.

Ia kemudian mengatakan, seorang penista agama tidak harus dibela ataupun dibantu, apalagi dibantu oleh negara termasuk aparat kepolisian. Dia mendukung sepenuhnya hukuman terhadap Ahok agar menimbulkan efek jera dan tidak ada lagi yang menistakan agama.

Ikrar halal bihalal yang sedianya dilakukan usai salat Idul Fitri oleh para jemaah, akhirnya hanya diikuti beberapa orang saja, karena sebagian besarnya telah membubarkan diri.

VIVANEWS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

AIPTU SIGALINGGING, POLISI HUMORIS YANG TEWAS DIHABISI TERORIS WARGA PADANGSIDEMPUAN



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Aiptu Martua Sigalingging anggota Yanma Polda Sumut yang menjadi korban terduga teroris teroris Ardi dan Sawaluddin Pakpakan adalah warga Padangsidempuan.

"Korban adalah warga Sidempuan," kata Kasubbis Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolann Minggu (25/6/2017).

Nainggolan mengatakan,selama bertugas di Yanma Polda Sumut, almarhum tinggal di rumah kontrakan. Sedangkan anak dan istrinya masih tinggal di Padang Sidempuan.

Kata Nainggolan, korban yang sebelumnya bertugas di Polres Tapsel ini adalah pria yang humoris.

"Saya sering ngobrol bersama beliau," katanya.

Katanya, sebagai petugas Yanma, almarhum memiliki tugas yang penting yakni menjaga keamanan Polda Sumut, kebersihan, pelayanan dan lainnya.

TRIBUNMEDAN


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262

Senin, 26 Juni 2017

TERORIS ITU TIKAM LEHER DAN DADA AIPTU MARTUA



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, aksi teror di Mapolda Sumut terjadi Sabtu dini hari (25/6). ”Tadi jam 03.00 WIB ada serangan,” kata dia kepada wartawan kemarin.

Dua terduga teroris masuk melalui gerbang pintu tiga yang biasa digunakan sebagai jalan keluar. Mereka nekat memanjat gerbang tersebut untuk menyerang petugas yang berjaga.

Menurut pria yang akrab dipanggil Setyo itu, tidak kurang empat personel bertugas di pos pintu tiga. Namun hanya Aiptu Martua Sigalinging yang berada di dalam pos.

Tiga petugas lain sedang melakukan kontrol dan patroli. Karena itu, hanya Aiptu Martua yang menjadi sasaran.

”Yang diserang itu yang di dalam sedang istirahat,” ucap perwira tinggi Polri dengan dua bintang di pundak itu.

Kedua terduga teroris menyerang Aiptu Martua menggunakan sejata tajam. Mereka menikam leher, dada, dan tangan anggota Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut itu sambil memekikkan takbir.

”Saat diserang, Aiptu Martua gugur,” sesal Setyo. Luka akibat tikaman senjata tajam tidak kuasa ditahan oleh Aiptu Martua hingga dia menghembuskan napas terakhir.

Menyadari serangan tersebut, Brigadir Ginting yang berada di luar pos tiga berteriak untuk meminta bantuan kepada anggota Brigade Mobil (Brimob) yang tengah berjaga di pos pintu satu.

”Anggota Brimob itu ambil tindakan,” jelas Setyo. Tindakan pertama yang dilakukan adalah tembakan peringatan. Namun tidak diindahkan oleh kedua terduga teroris.

Karena itu, angota Brimob tersebut memutuskan untuk melumpuhkan kedua terduga teroris. ”Satu tewas, satu kritis,” ujar Setyo.

Anggota Brimob yang melumpuhkan kedua terduga teroris adalah Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo.

Sampai tadi malam, kedua terduga teroris itu masih dalam penanganan Polda Sumut.

Namun demikian, Setyo belum bisa mengungkap identitas kedua terduga teroris itu secara detail. ”Keduanya masih diidentifikasi,” terang dia. Demikian pula senjata tajam yang dipakai untuk menikam Aiptu Martua.

”Sedang didalami Densus 88 Antiteror,” imbuhnya. Mereka juga menggeledah tempat tinggal kedua terduga teroris tersebut.

Setyo mengungkapkan, Bahrun Naim sudah mengimbau agar anggota kelompok atau jaringan teroris terafiliasi ISIS di Indonesia melakukan amaliah sebelum serangan di Mapolda Sumut terjadi.

Tidak harus menggunakan bom, amaliah boleh dilakukan dengan cara apapun. ”Kalau nggak punya bom pakai senjata apa saja untuk menyerang. Itu yang dilakukan di Medan (Mapolda Sumut),” terangnya.

Selain identitas kedua terduga teroris yang belum dapat diungkap secara rinci, Polri juga belum bisa memastikan kedua terduga teroris itu berasal dari jaringan mana.

Namun, besar kemungkinan mereka masih satu jaringan dengan tiga teroris yang ditangkap Selasa (6/6). Yakni Kelompok Anshorut Daulah Medan. ”Kelihatannya masih satu kelompok,” jelas Setyo.

Tentu mantan wakabaintelkam Polri itu tidak sembarangan berujar. Pasca penangkapan tiga teroris tersebut, serangan dilakukan ke Mapolda Sumut.

Sebelumnya, tiga terors ditangkap lantaran terdeteksi hendak melakukan aksi teror dengan menyurvei Mako Brimob Sumut.

Namun serangan malah dilakukan ke Mapolda Sumut. ”Terbukti ada dua orang langsung serang,” kata Setyo.

Guna mengantisipasi serangan susulan, Polri meningkatkan keamanan. Baik mapolsek, mapolres, mapolda, maupun Mabes Polri.

Kapolri Tuding JAD Dalangnya

Perkembangan lainnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian Menuding Jamaah Anshorut Daulah (JAD) sebagai dalang dari aksi teror tersebut. Kelompok tersebut memiliki intel dan berniat menyerang Mapolda Sumut.

’’Dua minggu lalu tiga orang ditangkap, yang sekarang ini sisa selnya,’’ ujar Tito di sela open house Presiden di Istana Negara kemarin (25/6).

Polisi, lanjut Tito, masih menjadi sasaran utama jaringan tersebut. Dalam keyakinan kelompok itu, polisi termasuk institusinya adalah kafir harbi, yang bagi mereka berarti harus diperangi. Sebab, polisi terus memerangi jaringan kelompok tersebut.

Polisi menjadi prioritas sasaran mereka dibandingkan lainnya. Karena itulah, Polda Sumut menjadi sasaran.

Saat ini, satu pelaku yang selamat sedang menjalani perawatan yang bakal dilanjutkan dengan pemeriksaan.

Tito menolak memerinci informasi yang didapat dari tiga pelaku yang tertangkap lebih dahulu maupun yang baru saja ditangkap.

Alasannya, itu sama saja dengan memberitahu strategi polisi terhadap jaringan mereka.

Yang jelas, tambahnya, pengamanan jajaran Polri secara keseluruhan kini diperketat. ’’Saya sampaikan ke jajaran Polda, kepolisian sudah memperkuat pengamanan masing-masing satuan, kantor, maupun pribadi masing-masing,’’ tutup mantan Kapolda Metro Jaya itu.

RIAUPOS


JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262