DENSUS 88 SUDAH BEKUK 8 PELAKU PENEMBAKAN

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kapolri Komjen Sutarman menyatakan, saat ini Detasemen Khusus 88 Antiteror masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan pada polisi.

Hingga saat ini, tuturnya, sudah tertangkap 8 pelaku penembakan tersebut. Diduga aksi sejumlah pelaku ini berafiliasi dengan kelompok teroris Abu Roban.

"Sampai pagi tadi sudah delapan yang ditangkap. Kemarin enam orang, dua lagi yang ditangkap di Bima dan satu di Sulawesi Selatan," kata Kapolri Komjen Sutarman, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).

Menurut Kapolri, dari hasil penyelidikan diketahui pelaku yang ditangkap berperan sebagai perakit senjata yang hasilnya dikirimkan secara berkala hingga ke tangan pelaku penembakan. Ada pula yang berperan memberikan atau membiayai aksi teror tersebut.

"Ada juga yang berperan yang membantu pencarian senjata dan kendaraan untuk operasional pelaku," sambung Sutarman.

Terpisah Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie mengungkapkan dua tersangka yang baru diringkus diduga mengetahui aksi penembakan, berdasarkan bukti yang dikumpulkan.

Keduanya bernama Nurul Haq dan Hendi Albar. Keduanya diduga terlibat dengan kelompok Abu Roban.

"Ini berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari tersangka Topan yang sudah ditangkap sebelumnya. Maka Densus 88 berupaya mencari karena sudah kita ketahui kelompoknya dari Abu Roban," kata Ronny.

Ronny mengatakan penangkapan terhadap terduga teroris kelompok Abu Roban sudah dilakukan di beberapa tempat di antaranya Yogyakarta, Kebumen, Tangerang, Bone, NTB. Seluruh tersangka saat ini masih dikembangkan keterlibatannya.

Untuk pelaku yang tertangkap di Bone, kepolisian menduga memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan terhadap lima anggota Brimob di Ambon pada tahun 2005.

"Delapan orang ini termasuk yang ditangkap di Sumedang. Mereka bukan di kasus penembakan di KPK. Itu agak berlainan. Jadi yang saya maksudkan adalah tiga kasus penembakan di Pondok Aren, Cirendeu dan Pamulang," tandas Ronny.

JPNN




Posting Komentar

0 Komentar