PACAR KORBAN PEMERKOSAAN INDIA: TIDAK ADA YANG MENOLONG KAMI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Pacar korban pemerkosaan di dalam bus di Ibu Kota New Delhi, India, kemarin memberikan pernyataan untuk pertama kalinya. Lelaki 28 tahun itu mengatakan saat kejadian dia dan korban sempat terbaring tanpa busana dan terluka di jalanan tanpa pertolongan.

Situs asiaone.com melaporkan, Sabtu (5/1), lelaki tidak disebutkan identitasnya itu mengaku sempat dipukuli pelaku sampai tidak sadar sebelum akhirnya dia dan pacarnya dilempar dari bus. Dia mengatakan mereka berdua sempat terbaring di jalan sekitar 45 menit sebelum akhirnya polisi datang.

Namun, dia menjelaskan polisi justru menghabiskan waktu lama hanya untuk memperdebatkan harus dibawa ke mana kedua korban."Kami terus berteriak kepada polisi untuk menolong dan memberikan kami pakaian, tapi mereka justru sibuk memutuskan pihak kepolisian mana seharusnya menangani kasus ini," kata pria itu dengan bahasa Hindi kepada stasiun televisi Zee News.

Dia mengatakan insiden memilukan itu terjadi setelah dia dan pacarnya usai menonton film pada 16 Desember lalu. "Dari tempat kami menaiki bus, pelaku membawa kami berputar-putar sekitar dua setengah jam. Kami langsung teriak agar ada orang mendengar kami, tapi pelaku langsung mematikan lampu bus," ucap dia.

Dia juga mengatakan ketika mereka dilempar dari bus, dia dan pacarnya sempat memohon bantuan kepada setiap orang melintas. "Ada beberapa orang berkumpul disekitar kami, namun tidak ada yang mau menolong. Sebelum polisi datang saya berteriak meminta bantuan, namun becak, mobil, dan orang di sana tidak ada yang berhenti," ujar dia.

Juru bicara Kepolisian New Delhi, Rajan Bhagat, mengatakan polisi sampai di tempat kejadian empat menit setelah menerima panggilan. Dia menjelaskan polisi saat itu langsung membawa kedua korban ke rumah sakit hanya dalam waktu 24 menit.

Korban pemerkosaan (23 tahun) harus menjalani banyak operasi pencangkokan organ tubuh setelah menderita cedera cukup parah. Korbanyang merupakan mahasiswi kedokteran di New Delhi akhirnya meninggal pekan lalu setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Insiden pemerkosaan ini langsung menyulut kemarahan di seantero India dan menyebabkan protes besar-besar menuntut agar pemerintah India berjanji menghukum para pelaku seberat-beratnya.

Saat ini, baik korban dan pacarnya tidak disebutkan namanya. Lima pelaku telah dituntut dengan pasal pemerkosaan dan pembunuhan dua hari lalu.

MERDEKA

Posting Komentar

0 Komentar