Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
Selang tiga jam setelah baku tembak di depan Masjid Al Nurafiah, di Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Tamalanrea, kota Makassar, Densus 88 kembali menangkap dua orang terduga teroris.
penangkapan terjadi sekitar pukul 14.45 Wita di belakang Pasar Lama Daya, Jalan Paccerakkang, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Densus 88 menangkap terduga pelaku teroris bernama Ikhwan dan Arbain.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, sekitar pukul 14.40 Wita, dua orang terduga teroris berboncengan sepeda motor bernomor polisi DD 4125 DG, sudah diikuti oleh anggota Densus 88 sejak dari jalan poros Paccerakkang, Daya.
Kemudian, salah seorang anggota Densus menendang sepeda motor yang dikendarai terduga teroris, hingga sepeda motor yang dikendarai Ikhwan dan Arbain terjatuh.
Salah seorang terduga tertembak kaki bagian kirinya, timah panas itu tidak menyebabkan tewas. Selanjutnya, kedua orang itu dibawa menuju markas Brimob Polda Sulselbar.
Kepala Bidang Humas Polda Sulse, Kombes Pol Endi Sutendi saat dihubungi hanya mengatakan kasus ini sementara pengembangan terus oleh anggota Densus 88.
Sebelumnya teroris Syamsudin HG alias Asmar alias Abu Uswah, dan Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid tewas saat baku tembak dengan Densus 88 di di depan Masjid Al Nurafiah.
Ketika mereka di sergap, dua di antaranya berhasil melarikan diri, mereka diindikasi sedang melakukan pertemuan dengan Syamsudin sebagai ketuanya.
"Ada yang melarikan diri, saya tidak dapat identitasnya, ada dua yang melarikan diri. Mereka telah kita surveillance selama dua bulan terakhir," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli di Jakarta.
MERDEKA


0 Komentar