Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, Senin (25/11/2012), menyatakan mundur dari politik. Ini adalah sebuah keputusan mengejutkan dari seorang politisi kawakan yang juga pernah menjabat Perdana Menteri Israel itu.
Dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Tel Aviv, Barak (70) menegaskan dia akan mundur dari jabatannya saat pemerintah baru hasil pemilu 22 Januari mendatang terpilih.
"Saya sudah memutuskan untuk mundur dari dunia politik dan tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan anggota Knesset mendatang," kata Barak.
"Saya akan menyelesaikan tugas sebagai menteri pertahanan saat pemerintahan baru terbentuk tiga bulan lagi," tambah Barak yang menyatakan ingin memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga.
Keputusan ini langsung mendapat tanggapan dari Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Dia mengatakan menghormati keputusan Barak dan mengucapkan terima kasih atas perannya dalam pemerintahan koalisi pimpinannya.
"PM Netanyahu menghormati keputusan Menhan Barak. Terima kasih atas kerja samanya dalam pemerintahan dan menghargai kontribusinya untuk keamanan negara," demikian pernyataan kantor PM Netanyahu.
Keputusan mengejutkan ini muncul ketika negara Yahudi itu tengah berupaya mendesak dunia internasional agar menekan Iran terkait program nuklir yang diyakini Israel adalah upaya membangun persenjataan nuklir.
Bersama Netanyahu, Barak berulang kali mengatakan Israel bisa melakukan aksi militer untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, meskipun bulan lalu kepada sebuah harian Inggris Barak mengatakan aksi militer itu akan ditunda maksimal 10 bulan hingga musim semi atau panas 2013.
Sejumlah pengamat meragukan Ehud Barak akan benar-benar meninggalkan dunia politik. Apalagi keputusannya ini dibuat hanya beberapa hari setelah Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza.
KOMPAS


0 Komentar