DARI MEREMAS SUSU BISA HASILKAN Rp. 280 RIBU



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Dinas Peternakan (Disnak) Lampung Selatan (Lamsel) mulai mengembangkan produksi susu kambing atau dikenal dengan nama revolusi putih. Ini adalah bentuk terobosan agar kesejahteraan masyarkat bisa meningkat.

"Selama ini masyarakat hanya memelihara kambing lalu hewan tersebut dijual. Lalu kami ubah untuk memproduksi susu kambingnya sehingga pendapatan mereka bisa bertambah," kata Sugianto, Kabid Produksi, Disnak, Jumat (1/4).

Ia menjelaskan, jika produksi susu kambing ini digeluti serius maka untuk 10 ekor kambing perahan bisa mendapatkan Rp 280 ribu per hari. Ini adalah peluang mengingat permintaan untuk susu kambing sekarang tinggi.

"Keunggulan susu kambing adalah bisa langsung diminum tanpa harus memasaknya, sehingga sama dengan ASI. Kemudian juga tidak mengandung lemak dan proteinnya lebih tinggi dibanding susu sapi," jelas Sugianto.

Saat ini sudah dibentuk 20 kelompok di Kecamatan Ketapang, dan sudah ada tiga kecamatan lagi yang bakal menjadi sentra susu kambing. Ketiganya, adalah Penegahan, Rajabasa dan Bakauheni.

Alasan ketiga kecamatan ini karena suhunya udaranya 28 derajat celsius yang merupakan suhu yang bagus untuk pertumbuhan kambing perah. Kelebihan lainnya adalah lebih sedikit biaya produksi dibandingkan dengan memelihara sapi perah.

Hal lainnya adalah waktu produksinya lebih cepat. Kambing yang bisa diperah susunya minimal berumur 14 bulan. Sebelumnya pada usia enam bulan kambing harus dikawinkan dan melahirkan anak.

Saat itulah susunya bisa diperah dengan pembagian, pagi hari untuk menyusui anaknya dan sore hari untuk diperah. Masa perah kambing selama delapan hingga sepuluh bulan. Kemudian istirahat dua bulan dan dikawinkan hingga punya anak, maka bisa diperah lagi.

"Dengan demikian pola pembudidayaannya adalah dikandangkan tidak lagi diliarkan. Kemudian kandang juga didesain khusus, berbeda dengan kendang kambing selama ini. Kemudian saat pemerahan, kandang haruslah bersih agar susu tidak tercemar bau kotoran," jelas Sugianto.

Ia merencanakan ada usulan dana untuk rencana ini melalui APBN 2012 mendatang. Dan sekarang mulai dikenalkan ke masyarakat tentang produksi susu kambing.

TRIBUN

Posting Komentar

0 Komentar