NATAL MILIK "TIGA DIVA"



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Di antara album Natal rilisan tahun 2010, tercatat ada tiga album dari tiga ”diva” pop dunia. Mereka adalah Annie Lennox dengan album A Christmas Cornucopia, Susan Boyle (The Gift) dan Mariah Carey (Merry Christmas II You).

Annie Lennox

Dari pilihan repertoar, Annie Lennox tampak menghindari lagu-lagu yang berbau pesta atau nuansa gebyar-gebyar Natal. Dari 12 lagu yang disodorkan di album A Christmas Cornucopia, misalnya, tidak ada lagu tentang Santa Claus. Katakanlah ia cenderung memilih non-sekuler. Ia membawakan lagu yang lebih ”tradisional”, antara lain ”See Me Amid the Winter’s Snow” atau yang juga dikenal sebagai ”Hymn For Christmas Day”. Ini lagu gubahan Edward Caswall dan John Goss era 1870-an. Juga ”The First Noel”, ”Angels from the Realms of Glory”, atau ”Gloria” dan ”Silent Night”.

”Saya telah menyanyikan lagu-lagu Natal (Christmas Carol) sejak masih muda. Lagu-lagu itu menyertai kehidupan saya,” kata penyanyi kelahiran Skotlandia, 25 Desember 1954 itu, dalam catatan pengantar album.

Lennox yang juga menjadi penata musik memasukkan unsur-unsur musik folk, Timur Tengah, dan musik abad pertengahan. Yang jelas, tidak ada rasa-rasa musik eurythmics, kelompok duo Lennox-David A Stewart, pembawa synth-pop dan new wave era 1980-an itu. Ia melibatkan orkestra dengan 30 musisi serta paduan suara anak-anak Afrika. Satu komposisi baru karya Lennox disertakan sebagai penutup album ini, yaitu ”Universal Child”.

Mariah Carey

Album Mariah Carey Merry Christmas II You lebih terkesan sebagai layaknya album ”holiday”. Suasana itu sudah terlihat dari sampul album. Carey menggunakan gaun merah ala Santa Claus dengan latar boneka salju putih. Suasana pesta terasa pada lagu-lagu seperti ”Here Comes Santa Claus”. Atmosfer selebrasi benar-benar terasa pada lagu ”O Holy Night” karena memang direkam langsung dari konser Carey di Los Angeles. Juga pada ”All I Want for Christmas is You” yang bertempo cepat dan berkarakter riang.

Album ini juga melihat Natal dari sisi romantis, seperti pada jenisnya lagu ”Christmas Time is Here” yang dibawakan Carey dengan karakter suara lembut mendesah. Suara desah itu merupakan salah satu ciri khas Carey, penyanyi yang kini genap 40 tahun itu.

Carey tampil dengan gaya nyanyi khasnya seperti layaknya pada lagu-lagu popnya. Termasuk berimprovisasi dengan menggunakan wilayah nada-nada tinggi, seperti pada ”Oh Santa” atau ”O Little Town in Bethlehem”.

Susan Boyle

Album Natal menarik dibuat penyanyi mezzo-soprano Susan Boyle dalam The Gift. Ini merupakan album kedua dari penyanyi asal Skotlandia berumur 49 tahun ini setelah I Dreamed a Dream. Susan memang penyanyi yang keindahan suaranya terlambat untuk didengar dunia. Suara Susan baru dikenal luas setelah ia tampil pada acara televisi Britain’s Got Talent pada April 2009. Sebelumnya, Susan adalah penyanyi dalam paduan suara gereja.

Gaya nyanyi gereja, panggung, dan studio ala Susan teramu dengan nyaman pada album ini. Simak lagu ”Away in a Manger” yang diawali dengan suara solonya yang polos yang mengingatkan pada gaya solis dalam koor. Penghayatannya yang hidup menjadikan setiap kalimat dalam lagunya menyentuh dan dibawakan dengan emosi yang terukur sesuai jiwa lagu. Paduan suara yang membelakangi vokal Susan menjadikan lagu itu terdengar indah. Simak suasana serupa pada lagu ”O Come All Ye Faithful”.

”Waktu membuat album ini, saya benar-benar ingin lagu yang menyentuh hati,” kata Susan dalam pengantar album.

Dalam memilih lagu untuk album, Susan mengakui secara sadar memilih lagu yang tidak semuanya lagu Natal pada umumnya. Namun, ia memilih lagu dengan suasana jiwa Natal. Setidaknya menurut versi Susan. Oleh karena itu, selain mempertimbangkan aspek refleksi dalam memilih lagu, ia juga memungut lagu dengan jiwa gembira. Misalnya pada ”Don’t Dream It’s Over” yang menurut Susan merupakan lagu bersuasana pesta.

Itu pun pesta versi Susan Boyle yang tetap adem-adem damai.

KOMPAS

Posting Komentar

0 Komentar