KETUA KPK BUSYRO: TAK ADA KONSENSI DENGAN PARPOL

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Ketua KPK terpilih Busyro Muqoddas menegaskan akan menindaklanjuti kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Ia juga menjamin tidak ada konsensi dengan partai politik.

Busyro memastikan dirinya tidak akan pandang bulu dalam melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Kasus-kasus seperti Century, Gayus, Travel Cek dan lain-lain akan terus ditindaklanjuti di masa kepemimpinannya hingga Desember 2011.

"Saya sendiri tidak pandang bulu, karena pandang bulu itu susah," cetusnya ditemui seusai rapat paripurna DPR, Selasa (30/11/2010). Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana dengan desakan partai politik agar Anda menuntaskan berbagai persoalan seperti Century dan lain-lain?

Itu aspirasi dari anggota DPR, tentu demi kepentingan konstituennya. Terima kasih dengan aspirasi itu.

Apakah Anda akan follow up atas aspirasi itu?

Semuanya akan kita takar dengan prosedur hukum yang ada. Kasus Century dan yang lain itu masuk proses pemeriksaan. Terlalu cepat dan terlalu dini tanpa sebelumnya melakukan telaah bersama dengan teman-teman di sana. Semua kasus, prinsipnya equality before the law. Penerapan asas itu harus didukung bukti-bukti dan itu jelas dalam UU.

Kasus-kasus ini terkait dengan partai politik, apakah Anda siap meski harus berseberangan dengan partai politik yang memilih Anda?

Parpol yang saya pahami sepanjang ini, penegakan hukum tanpa pandang bulu. Saya sendiri tidak pandang bulu, karena pandang bulu susah. Kalau memandang rambut gampang, memandang bulu susah. Insya Allah tidak ada pamrih. Ya diawasilah kepemimpinan saya bersama empat komisioner KPK lainnya.

Pertemuan Anda dengan beberapa partai politik menjelang pemilihan apakah tidak menyepakati suatu konsesi?

Tidak ada konsensi sama sekali. Dengan presiden juga tidak ada, beliau bilang utamakan kasus-kasus yang besar.

Apa yang akan Anda lakukan satu tahun ke depan?

Koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan. Sedangkan ke dalam menciptakan kepemimpinan yang kolegial kita langgengkan dan diperkuat karena itu format yang bagus.

KPK telah memulai langkah untuk turut dalam kasus Gayus, apakah Anda akan meneruskan?

Selama ini sudah dilakukan pendekatan KPK ke Polri. Begitu masuk saya akan lihat secara detil dan komprehensif. Begitu saya masuk, saya akan banyak tanya ke komisioner lainnya, harus banyak bertanya dan belajar. Tentu saya membawa konsep kesana.

Bagaimana dengan anggapan publik bahwa Anda kalem tidak progrtesif dalam pemberantasan korupsi?

Saya kira kekhawatiran saya ambil positifnya sebagai triger untuk mengemban amanat dengan baik.

INILAH

Posting Komentar

0 Komentar