Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik menilai masyarakat acap salah kaprah mengartikan Hari Ibu. Momen 22 Desember itu dianggap memperingati peran seorang ibu belaka.
"Kita banyak mengalami miskomunikasi dalam memperingati Hari Ibu, di mana Hari Ibu itu diperingati seperti Mother`s Day di Amerika, padahal bukan. Hari Ibu itu hari pergerakan perempuan," ungkap Dewi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/12).
Tema Hari Ibu 2010 menyoal kesetaraan perempuan-lelaki untuk membangun karakter bangsa. Sasarannya, mewujudkan bangsa nan sehat dan bermartabat. Peringatan esok, kata Dewi, sengaja melibatkan banyak lembaga swadaya masyarakat dan organisasi. Penyelenggara hendak mengembangkan kesetaraan perempuan dengan lelaki.
Pun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung kesetaraan lelaki dengan perempuan dalam memberikan peran untuk pembangunan. Support diunjuk Presiden kala menerima panitia perayaan Hari Ibu di Kantor Kepresidenan.
Peringatan Hari Ibu 2010 dirayakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Nah, Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dijadwalkan hadir di sana.
METROTV
0 Komentar