Please comment & share this article, thanks!
Masyarakat dan pendaki untuk sementara waktu dilarang mendekati kawah puncak gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, hingga radius 2 kilometer, menyusul adanya peningkatan aktivitas gunung Gamalama beberapa pekan terakhir ini.
Ketua pos pengamatan Gunung Gamalama, Darno Lamane di Ternate, Senin malam menyatakan, pengamatan secara visual maupun dengan alat pemantau seismograf aktivitas gunung Gamalama menunjukkan peningkatan.
"Sejak tanggal 29 Oktober 2010, memang ada peningkatan aktivitas gunung Gamalama, sehingga warga dan pendaki diharapkan untuk tidak mendekat di sekitar gunung Gamalama," jelasnya.
Meski begitu, Darno mengatakan tetap tidak merubah status gunung Gamalama yang berada pada level II atau waspada. Ada peningkatan, tapi tidak merubah statusnya yang masih berada di level II.
Seiring dengan itu, pos pengamatan gunung Gamalama mengeluarkan beberapa maklumat kepada seluruh masyarakat, diantaranya kepada pendaki, pengunjung maupun masyarakat untuk sementara waktu hingga batas waktu yang tidak ditentukan dilarang untuk mendekati kawah puncak gunung Gamalama hingga radius 2 kilometer.
"Imbauan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tapi kita kembali ingatkan seiring dengan peningkatan aktifitas gunung Gamalama," ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa berkoordinasi dengan Satlak penanggulangan bencana serta Satkorlak penanggulangan bencana.
Kemudian pusat Vulkanologi dan Navigasi bencana agar selalu berkoordinasi dengan Satlak dan Satkorlak Provinsi Maluku Utara tentang aktifitas gunung Gamalama.
"Pemerintah daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung Gamalama di Kelurahan Marikurubu Kecamatan Ternate Tengah atau dengan pusat Vulkanologi dan Navigasi bencana geologi di Bandung Jawa Barat," jelasnya.
Lebih lanjut, Darno mengatakan status gunung Gamalama berada pada level waspada sejak tahun 2007, namun terus berfluktuasi antara waspada dan normal hingga saat ini.
"Kita tetap imbau kepada seluruh masyarakat kota Ternate dan Malut agar tetap tenang, dan masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan berbagai isu yang berkembang," kata Darno.
ANTARA



0 Komentar