DEPRESI, BAHRUDIN TEWAS DI TALI AYUNAN ANAK

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
 
Seorang bapak, bernama Bahrudin (47), ditemukan tewas tergantung di tali ayunan anaknya di rumah sepupunya bernama Anang Hambali yang terletak di Kompleks Bukit Permata RT 24 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan, sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu (8/10) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Umayah (33) yang baru saja pulang dari pasar. Melihat suaminya tergantung, sontak membuatnya berteriak histeris dan mengagetkan warga sekitar.

Jaka, tetangga korban mengaku, dirinya mendengar suara jeritan dari rumah Anang Hambali sekitar pukul 05.30 WIB, sewaktu ia mau mengantarkan anaknya sekolah.

“Saya dengar suara terikan minta tolong, seketika saya hampiri dan melihat korban tergantung di tali ayunan anaknya, di ruang makan," ujarnya.

Sementara itu, Susi istri Anang Hambali pemilik rumah mengungkapkan, bahwa korban Bahrudin merupakan sepupu suaminya dan baru tiga malam menempati rumahnya, bersama istri dan ketiga anaknya.

"Dia itu (Bahrudin), mengidap penyakit dalam yang parah dan itu membuat dia depresi berat. Baru tiga malam dia tinggal di situ, kebetulan rumah kami kosong,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kalau sepupu suaminya sebenarnya berdomisili di Desa Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau. Di sini sedang berobat di Pangkalan Bun.

"Kasihan dari pada harus pulang pergi Pangkalan Bun-Lamandau, jadi selama masih berobat, kami minta untuk menempati rumah itu," terangnya.

Menurut Susi, kalau Bahrudin sebelumnya juga sudah mencoba bunuh diri di dalam kamar, hanya saja sempat ketahuan istrinya.

“Saya dapat kabar dari tetangga yang telepon, kalau orang yang menempati rumah kami itu sudah meninggal karena gantung diri," ungkap Susi.

Sementara Kapolres Kobar AKBP Pria Premos melalui Kasat Reskrim AKP Guntur Tribawono mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari keluarganya dan berdasarkan keterangan keluarga, memang korban sakit sudah hampir setahun dan pernah dirawat selama tiga bulan di Jawa dengan sakit komplikasi.

"Korban memang mengalami depresi berat akibat dari sakit yang dideritanya itu, bahkan menurut keterangan istrinya kalau korban selalu menyebut, mau mati saja,” kata Kasat.

Ditambahkanya, setelah dilakukan identifikasi dan memeriksa anggota keluarga serta saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) oleh petugas kepolisian, saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et refertum, keluarga korban menolak dilakukan visum.

“Mereka (istri dan keluarga korban, Red), menolak dengan alasan dari pihak istri dan keluarga besar tidak mau dan ingin segera mengubur jenazahnya,” jelas Kasat.

PROCAL




 Jual Baju Wanita Dress Blouse Kemeja Jaket Celana Baju Pria Baju Anak Baju Couple Baju Muslim Dll Harga Murah hubungi SMS/WA/LINE 085721536262 FOLLOW IG @tokotim Bisa kirim ke seluruh Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar