KORBAN CHERNOBYL: JEPANG, SELAMATKAN DIRI KALIAN!



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Salah satu korban tragedi nuklir Chernobyl memiliki sebuah nasihat untuk warga Jepang yang tengah menghadapi krisis nuklir. “Larilah secepat mungkin!”

“Saat mendengar insiden PLTN Fukushima Daiichi, saya seperti mengalami dj vu. Saya sangat khawatir terhadap rakyat Jepang, terutama anak-anak. Saya sangat tahu pengalaman yang menanti mereka ke depannya,” ujar Natalia.

Meski ahli menyatakan Fukushima sama sekali tak seperti insiden Chernobyl, tiap bencana efeknya berbeda dan baru bisa terukur dalam hitungan tahun. “Pemerintah tak selalu jujur. Kehidupan mereka akan berubah, sebelum dan sesudah Fukushima,” lanjutnya, yang menyatakan kemungkinan pemerintah tak mau memberi kompensasi.

Saat insiden meledaknya reaktor nuklir Chernobyl terjadi pada 1986, Natalia Manzurova adalah seorang insinyur berusia 35 tahun. Ia bekerja di PLTN Ozersk, Rusia. Natalia dan 13 rekan lainnya diminta untuk melapor ke PLTN Chernobyl di Ukraina, empat hari setelah terjadi ledakan yang melepas level radiasi sangat tinggi ke udara.

Natalia dan tim tersebut merupakan bagian dari sekitar 800 ribu orang yang dikerahkan untuk ‘bersih-bersih’. Tugasnya, menyingkirkan dan menguburkan seluruh kontaminasi di dalam area yang disebut dead zone. Ia menghabiskan empat setengah tahun untuk membersihkan kota yang ditinggalkan, Pripyat, sekitar 3 km dari Chernobyl.

Perempuan berusia 59 tahun yang menjadi advokasi untuk korban radiasi seluruh dunia ini memiliki kenang-kenangan yang ia sebut ‘kalung Chernobyl’. Yakni sebuah luka memanjang di lehernya, bekas operasi untuk menghilangkan tiroid dan masalah kesehatan myriad. Sedangkan kawan-kawannya, banyak yang tewas karena keracunan radiasi.

“Larilah secepat mungkin, jangan menunggu. Selamatkan diri dan jangan bergantung pada pemerintah karena mereka berbohong. Mereka tak ingin anda tahu yang sebenarnya karena industri nuklir sangat kuat,” ujar Natalia untuk warga Jepang.

INILAH

Posting Komentar

0 Komentar