PENYANDERAAN DI SMA WISCONSIN BERAKHIR, PELAKU BUNUH DIRI, 23 SANDERA SELAMAT



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Disandera oleh teman sendiri mungkin tidak pernah terbayang dalam benak para siswa SMA Marinette di Wisconsin, Amerika Serikat (AS). Namun itulah yang terjadi Senin sore waktu setempat (kemarin WIB). Sejumlah siswa yang disandera mengaku mencoba menenangkan pelaku dengan mengajaknya ngobrol dan bercanda.

Sang penyandera akhirnya tewas bunuh diri tanpa menyakiti satu pun dari 23 temannya yang ditawan. Zach Campbell, salah seorang siswa yang disandera, mengatakan pelaku yang baru berusia 15 tahun itu tampak depresi.

“Saya tidak tahu mengapa dia melakukannya,’’ kata Campbell. Padahal, terdapat enam teman baik pelaku di kelas tersebut, imbuhnya.

Otoritas setempat mengaku belum mengetahui motif penyanderaan itu. Polisi mengatakan, pelaku sempat tiga kali meletuskan tembakan sebelum aparat berhasil menjebol pintu. Namun tidak jelas apa yang ditembak pelaku.


Polisi menolak menyebut identitas pelaku dan bagaimana kondisinya saat ini. Mereka hanya mengatakan, pelaku telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Drama penyanderaan terjadi pada jam terakhir sekolah. Menurut Campbell, para siswa tengah nonton film ketika pelajar bersenjata api itu menembak layar proyektor. Dia menambahkan, pelaku memiliki dua pistol. Dia meminta para siswa mengumpulkan ponsel ke tengah ruangan. Ketika ponsel belaku berdering, dia membantingnya hingga pecah menjadi dua.
Bunuh Diri Campbell menuturkan, meski menolak berbicara dengan seorang guru yang ikut disandera pelaku bersedia ngobrol dengan beberapa siswa. Sejumlah siswa berupaya mengalihkan perhatian dengan mengajak pelaku berbincang tentang memancing dan berburu. Dia bahkan sempat tertawa saat diajak bercanda, imbuhnya.

Kepala Polisi Jeff Skorik mengatakan, sepanjang drama penyanderaan pelaku tidak bersedia berkomunikasi dengan petugas. Namun dia mengizinkan gurunya berbicara dengan mereka melalui ponsel.


Bonita Weydt, guru yang ikut disandera, mengatakan dia sempat menelepon salah satu guru yang berada di kelas lain sebelum Kepala Sekolah Corry Lambie masuk ke kelas tersebut.


“Saya tanya, ’Corry, apa yang terjadi?’ dan dia berkata, ’Keluar dari gedung ini’,’’ kata Weydt.


Regu pemadam kebakaran melarang warga mendekat ke lokasi penyanderaan. Para orang tua siswa yang disandera bertemu dengan aparat di salah satu gedung pengadilan. Setelah lima jam, pelaku mengizinkan Campbell dan empat siswa lainnya ke toilet.


Begitu mereka keluar, polisi yang berjaga di luar kelas langsung membawa mereka ke tempat yang aman.


Sekitar 20 menit kemudian terdengar tiga kali tembakan dan polisi langsung mendobrak pintu kelas tersebut, kata Skorik. Saat petugas mendekat, pelaku yang ketika itu berdiri di depan kelas langsung menembak dirinya sendiri. Para sandera kemudian dipertemukan dengan orang tua mereka di gedung pengadilan.

 

SUARAMERDEKA

Posting Komentar

0 Komentar