Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
Polisi Somalia hari ini mengatakan seorang anggota kelompok esktremis Islam menyamar sebagai perwira polisi dan melakukan serangan bom bunuh diri di Akademi Polisi Jenderal Kahiye. Setidaknya 17 orang tewas dan 20 orang lainnya mengalami luka dalam insiden ini.
Kolonel Polisi Mohamud Aden mengatakan bahwa 20 aparat terluka akibat ledakan tersebut, beberapa korban mengalami luka serius.
Kapten Mohamed Hussein mengatakan pelaku mengikatkan bahan peledak di pinggang dan badannya, lalu menyusup ke Akademi Polisi Jenderal Kahiye dan menargetkan para petugas yang sedang berkumpul untuk melakukan latihan khusus.
Laman the New York Times melaporkan, Kamis (14/12), para polisi itu tengah berlatih untuk perayaan Hari Polisi Somalia yang dijadwalkan pada 20 Desember.
Pelaku masuk ke akademi polisi tanpa diketahui dan bergabung dengan barisan petugas dalam parade latihan, sebelum dia meledakkan bahan peledak di dalam pakaian olah raganya, kata Hussein.
"Dia meledakkan rompi bomnya setelah menyadari kehadirannya menimbulkan kecurigaan di dalam barisan," kata Hussein.
Polisi bernama Farah Omar yang berada di lokasi kejadian pada saat ledakan mengatakan pelaku menargetkan sebuah tempat di mana puluhan tentara berkumpul.
"Dia ingin menimbulkan kerusakan maksimal," kata Omar.
Kelompok ekstremis Asy-Syabaab langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok yang bersekutu dengan Al Qaidah ini sering melancarkan serangan bom seperti di hotel, pos pemeriksaan, dan daerah elit Mogadishu lainnya.
Asy-Syabaab juga dituding bertanggung jawab dalam serangan bom truk di Mogadishu pada Oktober lalu yang menyebabkan 512 orang tewas.
MERDEKA


0 Komentar