Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Yacob Manusaway, membenarkan ada dosen dan mahasiswa sebagai anggota Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI dan melakukan kegiatan di kampus. “Saya telah menerima laporan itu, dan dosen itu sudah saya panggil untuk memberikan keterangan. Dia mengaku sebagai pengikut HTI jauh sebelum dikeluarkannya larangan oleh pemerintah," ujar Manusaway di Manokwari, Jumat, 16 Juni 2017.
Manusaway mengatakan, dosen yang tidak dia sebutkan namanya itu, berasal dari Fakultas Kelautan dan Perikanan. Manusaway mengatakan, berdasarkan pengakuan dosen tersebut bahwa benar ada sekelompok mahasiswa yang telah diajak bergabung ke HTI dan selama ini melakukan aktivitasnya di lingkungan Kampus.
“Mereka selama ini beraktivitas bersama-sama dengan UKM Keagamaan yang ada namun di sisi lain ternyata mereka adalah pengikut HTI," katanya.
Sesuai dengan edaran menteri dan perintah Presiden sekaligus demi kebersamaan di lingkungan Kampus, maka sebagai Rektor, Manusaway telah mengeluarkan surat teguran sebagai langkah pertama agar dosen tersebut bersama sejumlah mahasiswa pengikutnya untuk tidak melanjutkan aktivitas HTI di lingkungan Kampus.
“Langkah awal, saya hanya berikan teguran resmi agar kegiatan mereka tidak dilanjutkan. Namun apabila masih berlanjut maka saya siap menyerahkan mereka ke pihak penegak hukum," kata Manusaway.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Papua, Immanuel Rumere, mengatakan BEM telah mengetahui aktivitas HTI di lingkungan kampus, namun sebagai sesama mahasiswa pihaknya lebih mengedepankan sikap saling menghormati dan melaporkan hal itu kepada Rektor sebagai penanggung jawab Kampus.
“Rata-rata mahasiswa di Kampus ini heterogen dari latar belakang suku, ras dan agama itulah yang selalu kami jaga sehingga kehadiran paham radikal yang anti Pancasila jangan sampai mengganggu kebersamaan kami selama ini di kampus," ujarnya.
Dia beharap, mahasiswa tidak terjebak dalam memilih kegiatan ekstra di luar kampus yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebelumnya mengatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Pertimbangan itu didasari sejumlah alasan dan aspirasi masyarakat.
"Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional," ujar Wiranto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin, 8 Mei 2017.
TEMPO
JUAL Frutablend, Nes V, Glucella, Mr Pro, WMP, CMP, Peninggi Badan Calsea Bone, Penambah Berat Badan Mr Pro, Serum Wajah Phytocell, Dtozym, Gicafe, Soyess, dll Aman Alami BPOM TERLARIS - info & order LINE/WA 085721536262
0 Komentar