TALIBAN GUNAKAN BUDAK SEKS TAMPAN UNTUK SERANG POLISI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kelompok militan Taliban dilaporkan menggunakan budak seks anak-anak untuk melakukan serangan-serangan terhadap polisi di wilayah selatan Afghanistan. Mereka memanfaatkan praktik yang disebut dengan “bacha bazi”, atau permainan anak paedofil, untuk menyusup ke kantor polisi dan kantor-kantor keamanan lainnya.

Seperti diwartakan AFP, Rabu (22/6/2016), anak-anak yang dinamakan “bacha bereesh” atau anak tak berjanggut sering kali digunakan sebagai budak seks oleh pejabat kepolisian serta menjadi semacam perangkap yang dapat dengan leluasa memasuki kantor dan melakukan pembunuhan.

“Taliban mengirimkan anak-anak laki-laki, yang cantik, tampan, untuk menembus pos penjagaan dan membunuh, membius, dan meracuni para polisi,” kata mantan Kepala Kepolisian Distrik Uruzgan Ghulam Sakhi Rogh Lewanai, sebagaimana dilansir dari GMA, Rabu (22/6/2016).

“Mereka telah mengetahui kelemahan terbesar dari pasukan kepolisian, bacha bazi,” kata Ghulam yang diberhentikan pada April 2016 di tengah kekerasan yang semakin memuncak.

Penggunaan bacha bazi yang memperlihatkan pemanfaatan anak-anak dalam konflik berdarah di Afghanistan itu dibenarkan oleh Matiullah, seorang polisi yang selamat dari sebuah serangan di Distrik Dehrawud pada musim semi tahun lalu.

Dia mengatakan bahwa pelaku serangan itu adalah seorang remaja bernama Zabihullah yang merupakan budak seks komandannya. Pada satu malam, dia melakukan penembakan yang menewaskan tujuh orang polisi, termasuk sang komandan saat mereka tidur.

“Dia membawa Taliban ke dalam dan menusuk tubuh (para polisi) dengan gagang senapan untuk melihat apakah masih ada yang hidup. Saya berpura-pura mati,” kata Matiullah yang kini bekerja sebagai penjahit.

Taliban yang telah melarang bacha bazi saat mereka berkuasa pada 1996–2001 membantah tuduhan yang menyebutkan mereka menggunakan anak-anak di bawah umur untuk melakukan serangan. Kelompok pemberontak ini memang telah lama membantah penggunaan anak-anak dalam peperangan.

“Kami memiliki brigade mujahidin khusus untuk operasi semacam itu, semuanya orang dewasa yang berjanggut,” kata juru bicara Taliban yang tidak disebutkan namanya.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) mengecam penggunaan cara-cara tersebut dan mengatakan bahwa budak seks di bawah umur telah digunakan oleh kedua pihak, baik Taliban maupun kepolisian Afghanistan. 


OKEZONE 



 Jual Nastar ngepros enak banget, Putri Salju, Nastar BIG, Marmer Cake, Kue Bolu Cake Vanilla, Cake Moka, Pempek Dos, Cheese Stick, Pizza, Kastengel, Paket Kue Lebaran, dll. Cara beli mudah hub SMS/WA: 085721536262 - Twitter: @timsolshop -Facebook: Tim's Ol Shop - IG bandunghomebakemurah

Posting Komentar

0 Komentar