Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)
Beberapa personil kepolisian bersenjata lengkap, Kamis (11/2/2016) menggerebek suatu lokasi yang diduga tempat persembunyian teroris (pelaku kejahatan, red). Penggerebekan itu berlangsung sangat cepat.
Pantauan GoRiau, beberapa polisi mengepung titik-titik di belakang maupun depan tempat yang diduga dijadikan tempat persembunyian itu. Empat polisi bersenjata lengkap, dan mengenakan rompi anti peluru mendekati dan bersembunyi di dinding samping rumah.
Sambil bersembunyi itu, ada imbauan dari polisi agar tersangka keluar dan menyerahkan diri. Imbauan itu diteriaki keras sebanyak tiga kali. "Atas nama UU kami dari Polres Meranti meminta agar wanita dan anak-anak keluar dengan cara mengangkat kedua tangan tanpa membawa senjata apapun. Apabila tidak dilaksanakan akan kami indak tegas," teriak polisi sebanyak tiga kali.
Setelah imbauan itu tidak diindahkan, satu polisi mendobrak pintu dengan keras. Setelah pintu terbuka, empat personil masuk ke ruangan pertama. Di ruangan pertama polisi tidak menjumpai tersangka, kemudian polisi masuk ke ruang kedua, kamar bagian depan, di sini polisi menemukan tersangka dan berhasil dilumpuhkan.
Demikian uraian ringkas simulasi pengepungan, penggrebekan dan pendobrakan tempat persembunyian tersangka kejahatan.
Menurut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kabag Ops AKP Antoni L Gaol SH MH, simulasi ini adalah untuk melatih personil Polres Meranti guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme, termasuk adanya temuan barang yang diduga bom.
"Supaya personil punya keterampilan dan kecakapan. Misal ada isu mencurigakan, bagaimana dia melaporkan, hingga sampai ke pendobrakan dan penggeledahan," ujar Antoni.
Personil polisi di Meranti ini dilatih oleh 1 regu Gegana Brimob Polda Riau dibawah komando Ipda Hartono.
Disaat latihan, personil juga diajarkan menangani tersangka yang ditemukan di dalam rumah namun membawa senjata. Untuk itu, terhadap tersangka bersenjata seperti parang ini, personil diminta untuk melakukan enam tahapan sesuai aturan. Mulai dari imbauan, hingga sampai penggunaan kekerasan (melumpuhkan, red).
"Turunkan parang, letakkan parang. Kalau dia melawan, mengacungkan parang lumpuhkan," kata Ipda Hartono mengajarkan personil polisi pagi itu.
Simulasi yang dilakukan di halaman belakang Mapolres itu, tidak hanya untuk terorisme, tapi semua bentuk kejahatan seperti kartel narkoba, dan lain-lain. Ini tidak terlepas dari kerja Intel yang harus mengabarkan secara detil bentuk ruangan, jumlah pelaku kejahatan, dan senjata yang digunakan. Ini harus dilakukan agar usaha penggrebekan membuahkan hasil maksimal.
GORIAU
Jual Sabun Hawa Herbal Susu Wortel Kemangi Strawberry Kopi Kunyit Lengkuas Coklat Green Tea dll. Cara beli mudah hub SMS/WA: 085721536262 - Twitter: @timsolshop -Facebook: Tim's Ol Shop


0 Komentar