Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...
Pemerintah telah mengambil alih PSSI karena menganggap pengurus PSSI tidak kompeten dan tidak mampu menyelenggarakan Kongres di Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.
Namun menurun Direktur Eksekutif NegarawanCenter, Johan O Silalahi, Kongres PSSI batal bukan karena ketidakmampuan PSSI, melainkan karena adanya 'kudeta' yang dilakukan oknum TNI AD dan Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN).
"Keterlibatan dan intervensi TNI AD pada Kongres PSSI di Pekanbaru Riau yang mengakibatkan batalnya Kongres sudah kebablasan dan merusak tatanan hukum dan ketatanegaraan," ujar Johan kepada INILAH.COM, Selasa (29/3/2011).
Menurut Johan, oknum-oknum TNI AD harus ikut bertanggung jawab atas batalnya Kongres PSSI sehingga membuat PSSI terancam dikenakan sanksi berat dari FIFA.
"TNI AD lebih dibutuhkan untuk mengamankan kepentingan bangsa dan negara yang vital dan strategis daripada hanya sekedar disalahgunakan untuk mengambil alih PSSI untuk kepentingan pribadi dan kelompok."
Johan khawatir, 'kudeta' yang dilakukan terhadap PSSI bisa menjalar ke berbagai persoalan bangsa lainnya. "Intervensi TNI AD terhadap PSSI ini berpotensi akan disalahgunakan lagi dalam semua permasalahan bangsa lainnya," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anggota TNI mendatangi arena Kongres PSSI, di Hotel The Premiere, Pekanbaru, Riau Sabtu (26/3/2011) dengan alasan pengamanan.
Pergerakan prajurit TNI ini dipersoalkan oleh FIFA dan dianggap sebagai bentuk 'kudeta' terhadap independensi PSSI. Sumber INILAH.COM, menyebutkan, wakil FIFA Frank Van Hattum semalam menelpon seseorang sebelum meninggalkan tempat Kongres PSSI di Hotel Priemere, Riau.
Terdengar pembicaaan dari Van Hattum "Indonesian militery coup d'etat the congress. Our own safety on jeopardize." (Militer Indonesia telah mengkudeta Kongres. Keselamatan kita sendiri dalam bahaya).
Penerjunan puluhan prajurit TNI AD ini memunculkan dugaan keterkaitan dengan bersikukuhnya KSAD George Toisutta dan penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI meski telah dicoret oleh Komisi Banding PSSI.
INILAH
0 Komentar