Halaman

Kamis, 31 Oktober 2013

ANAK DITAHAN, AYAH PENYEBAR FOTO BUGIL POLWAN MENINGGAL

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Bambang Sahrun, ayah dari Bayu Perdana, tersangka kasus penyebar foto sekretaris pribadi Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko, dikabarkan meninggal dunia. Bambang meninggal diduga setelah mendengar kabar anaknya ditahan Polda Lampung.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, Bambang dikabarkan meninggal dunia pada hari ini sekitar pukul 03.15 WIB di Rumah Sakit Urip Sumohardjo, Bandar Lampung. "Tadi siang jenazah Bambang telah dikebumikan," kata Sulistyaningsih melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Rabu (30/10/2013) malam.

Sulistyaningsih mengatakan, Bambang merupakan seorang polisi berpangkat inspektur satu. Ia diketahui bertugas di Kepolisian Sektor Tanjungan, Lampung Selatan. Adapun jabatan terakhir yang dipegang Bambang adalah sebagai Kepala Unit Provost Polsek Tanjungan, Lampung Selatan.

Sebelumnya, Polda Lampung menangkap Bayu Perdana lantaran diduga menyebar foto bugil milik mantan pacarnya yang tak lain adalah Brigadir RS, Rabu (29/10/2013). Foto tanpa busana RS tersebut disebar di situs jejaring sosial Facebook. RS diketahui sebagai polisi aktif yang menjabat sebagai sekretaris pribadi Kapolda Lampung.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti dua unit BlackBerry milik tersangka dan korban, tiga buah kartu perdana, serta satu unit notebook Acer Aspire One milik tersangka. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus ini. Sementara Bayu yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini ditahan di Rutan Polda Lampung selama 20 hari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, akibat perbuatannya, Bayu disangka melanggar Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) dan atau Ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

KOMPAS





PRIA TEWAS DI MOBIL ADALAH BANDAR NARKOBA YANG DITEMBAK POLISI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Misteri penemuan mayat pria dengan luka tembak di dalam mobil akhirnya terkuak. Pria bernama Abdullah tersebut adalah bandar narkoba yang ditembak polisi dalam pengejarannya.

"Iya, dia memang bandar narkoba," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Fadil Imran kepada detikcom, Kamis (31/10/2013).

Fadil menjelaskan bahwa si sopir yang bernama Asril juga merupakan anggota komplotan yang sedang dikejar polisi. Tak hanya Asril dan Abdullah, terdapat Bahrun yang sebelumnya telah ditangkap oleh anggota Polsek Tambora.

Abdullah ditemukan tewas dengan luka tembak oleh Petugas Lalu Lintas Polres Cimahi saat razia di Jalan Raya Purwakarta Cikalong Wetan pada Rabu sore, (30/10). Abdullah duduk dengan posisi setengah tertidur di kursi samping sopir, Asril.

Saat ini jenazah Abdullah sudah ibawa dari RS Hasan Sadikin Bandung menuju RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk diotopsi.


DETIK 




DENSUS 88 SUDAH BEKUK 8 PELAKU PENEMBAKAN

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Kapolri Komjen Sutarman menyatakan, saat ini Detasemen Khusus 88 Antiteror masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan pada polisi.

Hingga saat ini, tuturnya, sudah tertangkap 8 pelaku penembakan tersebut. Diduga aksi sejumlah pelaku ini berafiliasi dengan kelompok teroris Abu Roban.

"Sampai pagi tadi sudah delapan yang ditangkap. Kemarin enam orang, dua lagi yang ditangkap di Bima dan satu di Sulawesi Selatan," kata Kapolri Komjen Sutarman, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).

Menurut Kapolri, dari hasil penyelidikan diketahui pelaku yang ditangkap berperan sebagai perakit senjata yang hasilnya dikirimkan secara berkala hingga ke tangan pelaku penembakan. Ada pula yang berperan memberikan atau membiayai aksi teror tersebut.

"Ada juga yang berperan yang membantu pencarian senjata dan kendaraan untuk operasional pelaku," sambung Sutarman.

Terpisah Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie mengungkapkan dua tersangka yang baru diringkus diduga mengetahui aksi penembakan, berdasarkan bukti yang dikumpulkan.

Keduanya bernama Nurul Haq dan Hendi Albar. Keduanya diduga terlibat dengan kelompok Abu Roban.

"Ini berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari tersangka Topan yang sudah ditangkap sebelumnya. Maka Densus 88 berupaya mencari karena sudah kita ketahui kelompoknya dari Abu Roban," kata Ronny.

Ronny mengatakan penangkapan terhadap terduga teroris kelompok Abu Roban sudah dilakukan di beberapa tempat di antaranya Yogyakarta, Kebumen, Tangerang, Bone, NTB. Seluruh tersangka saat ini masih dikembangkan keterlibatannya.

Untuk pelaku yang tertangkap di Bone, kepolisian menduga memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan terhadap lima anggota Brimob di Ambon pada tahun 2005.

"Delapan orang ini termasuk yang ditangkap di Sumedang. Mereka bukan di kasus penembakan di KPK. Itu agak berlainan. Jadi yang saya maksudkan adalah tiga kasus penembakan di Pondok Aren, Cirendeu dan Pamulang," tandas Ronny.

JPNN




BOCAH 7 TAHUN TEWAS DISIRAM AIR KERAS

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Amelia Sembiring, bocah berusia 7 tahun tewas mengenaskan karena disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di dekat kediaman rumahnya Dusun 6 Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Rabu (30/10/2013) kemarin.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, pelaku penyiraman air keras terhadap Amelia merupakan perempuan yang memakai cadar yang mengendarai mobil Avanza.

Amelia tidak dapat diselamatkan kendati sudah dilarikan ke RS Sembiring yang kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik, Medan. Sekujur tubuh bocah perempuan ini melepuh akibat luka dari siraman air keras tersebut.

Diduga target penyiraman air keras oleh OTK sebenarnya ayah korban.

TRIBUN





POLISI HENTIKAN MOBIL PEMBAWA MAYAT DI TOL PADALARANG

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Polisi menemukan jenazah seorang pria dengan luka tembak di dada di sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1017 TQA yang dihentikan di Jalan Raya Purwakarta, kawasan Cikalongwetan, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (30/10/2013) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, keluar dari pintu Tol Padalarang menuju arah Kota Baru Parahyangan. Beberapa petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli di kawasan tersebut melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari mobil tersebut sehingga polisi melakukan pengejaran.

"Kami melihat mobil tersebut kaca di sebelah kiri dan bagian depannya pecah seperti ada bekas tembakan. Polisi juga melihat pengemudi begitu panik mengemudikan mobilnya. Kemudian polisi yang sedang bertugas langsung mengejar," ujar Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Besar Polisi Erwin Kurniawan saat dikonfirmasi, Kamis (31/10/2013).

Pengemudi mobil itu bernama Asril (42), yang merupakan warga Kampung Matang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Polisi kaget melihat teman Asril yang duduk di sampingnya bersimbah darah di bagian dada sebelah kiri. Pria tertembak itu diketahui bernama Abdullah (41), warga Matang, Bireuen, Aceh.

Polisi memeriksa korban (Abdullah). Polisi menduga luka di dadanya itu karena ditembak, terlebih lagi kaca depan dan sebelah kiri mobil yang bertepatan dengan tempat duduk korban pecah. "Polisi memeriksa korban (Abdullah). Ketika diperiksa, korban diketahui sudah meninggal dunia," jelasnya.

Pengemudi (Asril) langsung diamankan ke Mapolres Cimahi untuk dimintai keterangan. Sementara korban dilarikan ke RS Hasan Sadikin untuk dilakukan otopsi. Asril dimintai keterangannya di Mapolres Cimahi. "Dia panik, jawabannya terbata-bata, ngawur," katanya.

Polisi memancing bahwa yang menyebabkan tewasnya Abdullah karena tertembak, tetapi Asril tidak mau mengaku. "Ya, ngakunya dikejar-kejar oleh seseorang dan berkilah saat polisi menduga bahwa tewasnya Abdullah itu karena ditembak," ujarnya.

Setelah terus-menerus didesak, akhirnya Asril mengakui bahwa temannya itu terkena luka tembak. "Ia mengaku ditembak di daerah Tambora, Jakarta Barat. Namun, ia tidak mau ngomong, ditembak oleh siapa dan gara-gara apa," jelasnya.

Polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

KOMPAS




SADAP INDONESIA, AMERIKA DINILAI TAK BERSAHABAT

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan bahwa pemerintah, melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, telah berkomunikasi langsung dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Pemerintah, ujar Djoko, menyampaikan protes keras berkaitan dengan berita keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Amerika di Jakarta. "Kami sampaikan, jika berita dimaksud benar, hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bersahabat dan bertentangan dengan hubungan baik Indonesia-Amerika Serikat," kata Djoko melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 Oktober 2013.

Menurut Djoko, pemerintah meminta Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Amerika segera memberikan penjelasan resmi ihwal kabar keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan itu. "Kuasa Usaha Ad Interim Amerika Serikat menyampaikan akan segera mencari tahu dan segera menyampaikan informasi lengkap mengenai hal tersebut," ujarnya.

Ihwal sejauh mana pemerintah mengetahui kebenaran keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Amerika, Djoko tak ingin banyak berkomentar. "Lha, yang bikin isu siapa? Kan mereka. Tanya mereka saja dari mana mereka mendapat info (adanya alat sadap) itu," kata mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia ini.

Sebelumnya, berita di Sydney Morning Herald edisi Selasa, 29 Oktober 2013, memuat keterangan whistleblower Edward Snowden yang menyatakan Amerika menyadap telepon dan memonitor jaringan komunikasi dari fasilitas pengawasan elektronik di Kedutaan Besar Amerika dan konsulat di seluruh Asia Timur dan Tenggara.

Ada sebuah peta rahasia yang berisi 90 daftar fasilitas pengintaian di seluruh dunia, termasuk fasilitas intelijen komunikasi di kedutaan besar di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh, dan Yangoon. Pada 13 Agustus 2010, peta itu tidak menunjukkan fasilitas tersebut berada di Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang, dan Singapura--negara yang dikenal sebagai sekutu terdekat AS.

Australia sepenuhnya menyadari luasnya spionase elektronik Amerika melawan tetangga dan mitra dagangnya. Selain itu, Negara Kanguru ini memiliki akses ke banyak data yang dikumpulkan oleh program itu.

TEMPO 



JUAL PENINGGI BADAN, PENAMBAH BERAT BADAN, PELANGSING MINAT WhatsApp:08882019835 - SMS: 085721536262 - LINE: timsolshop - Twitter: @timsolshop -Facebook: Tim's Ol Shop - YM: cstimsolshop