POLISI DINILAI PERLAKUKAN ISTIMEWA RASYID RAJASA

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...Jangan lupa Share dan Komen ya :)

Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Ganjar Laksamana mempertanyakan sikap polisi yang berbeda dengan penangangan kasus kecelakaan lalu lintas Afriyani Susanti dan Novi Amelia dengan kasus kecelakaan dengan tersangka putra bungsu Hatta Rajasa, M Rasyid Amirulloh Rajasa.

“Terlihat sangat berbeda perlakuan kepolisian terhadap tiga kasus lalu lintas yang melibatkan Afriyani, Novi dan Rasyid, kata Ganjar Laksamana, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/1).


Menurut Ganjar, pada kasus Afriyani dan Novi polisi sangat terbuka. Tapi dalam kecelakaan putra Hatta Rajasa, menjadi tertutup sekali. Kepolisian tidak mau membuka telanjang kasus ini dengan alasan masih dalam penyelidikan.


"Dalam dua kasus sebelumnya polisi sangat terbuka dan bahkan foto Novi yang hanya mengenakan bikini di tahanan kepolisian pun beredar luas,” tegasnya.


Dalam dua kasus sebelumnya, menurut Ganjar polisi sama sekali tidak mempertimbangkan kondisi psikis pelaku tabrakan maut dan langsung menahan keduanya. Namun pada kasus anak Hatta, jangankan menahan, memberitahu dimana dia dirawat karena cedera saja, polisi pun merahasiakan.


”Dalam kasus anak Hatta ini, yang ditahan polisi justru informasinya, sementara pelakunya justru terkesan ditutupi,” tegasnya.


Dalam kejadian sejenis menurut Ganjar polisi biasanya polisi langsung mengumumkan tiga hal yang perlu diketahui masyarakat yaitu hasil olah TKP seperti alur kecelakaan, hasil tes urin dan juga kemungkinan pasal apa yang akan dikenakan. Tiga hal ini tidak ada pernyataan resmi dari kepolisian.


“Beda halnya dalam kasus Novi dan Afriyani, polisi langsung mengumumkan tiga hal itu sesegera mungkin. Saat ini saya tidak melihat itu. Informasinya juga sangat tidak informatif. Bahkan polisi menyembunyikan keberadaan mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu dan juga rumah sakit tempat dia dirawat,” tegasnya.


Selama ini lanjutnya, dalam kasus apapun baru tahap penyelidikan saja polisi sudah menyebut semua alur ceritanya, tapi tidak di kasus ini. Polisi tidak segera mengumumkan dan lantaran terpaksa akhirnya dipublish dengan cara menyampaikan informasi sepotong-sepotong dan tidak lengkap. Ganjar menilai polisi sangat lemah pada kasus ini baru melibatkan anak menteri ini, apalagi jika penyebab kecelakaan itu adalah pejabat menteri.


"Bagaimana mengharapkan dukungan rakyat kalau Polri justru menutupi kasus ini. Yang rugi nanti polisi sendiri karena Hatta dan keluarganya sudah melempar kasus ini pada polisi. Kalau memang alasan karena mengantuk, kenapa mobil dan pelakunya disembunyikan. Ini kan jadi aneh dan memancing opini negatif,” jelasnya.


JPNN

Posting Komentar

0 Komentar