SOAL TEROR DI SOLO, JOKOWI TAK MAU BERSPEKULASI

Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Dua kejadian aksi penyerangan terhadap polisi terjadi di Solo, akhir pekan lalu. Pada 17 Agustus dini hari di Pos Pam 5 berlokasi di perempatan Gemblengan, Serengan, polisi yang berjaga dikejutkan dengan penembakan yang dilakukan dua orang bersepeda motor. Kejadian itu melukai dua anggota polisi. Selang sehari, penyerangan berbeda juga terjadi di Pos Pam yang berlokasi di Gladag. Bom dikategorikan granat rakitan berdaya ledak rendah.

Terkait dengan aksi penyerangan di Kota Solo, Wali Kota Surakarta Joko Widodo menolak spekulasi terkait dengan terorisme dan keikutsertaannya menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

"Jangan berspekulasi seperti itu. Kejadian di Solo bisa saja terjadi di mana pun. Semangat kebersamaan warga Solo yang sudah terbangun selama ini, tak mudah tergoyahkan dengan isu-isu atau kejadian seperti itu," tegasnya, Senin (20/8).

Melihat kondisi di lapangan, pria ceking ini mengatakan, kejadian tersebut sudah direncanakan dan dilakukan kelompok yang profesional. Mengapa target penyerangan di Solo? "Saya sendiri juga tidak tahu jawabannya," ujarnya.

Penyerangan tersebut, kata Jokowi, tidak menggoyahkan Kota Bengawan menjadi daerah kunjungan wisatawan di masa libur Lebaran ini. Kunjungan restoran, hotel, warung makan dan objek wisata tidak terganggu. Bahkan pedagang kaki lima (PKL) masih beraktivitas seperti biasanya.

"Pengunjung dari luar kota masih mengalir hingga petang ini. Kunjungan hotel juga masih penuh. Teror itu tidak berhasil memberikan ketakutan kepada warga," tandas Jokowi.

Usai kejadian, Jokowi selalu berkomunikasi dengan Polresta, Kodim, serta pihak-pihak lain demi keamanan dan kondusivitas Kota Solo. "Saya sudah berkeliling ke kampung-kampung untuk meyakinkan warga agar tetap tenang. Semuanya sudah diatasi polisi," ucapnya.

SUARAMERDEKA

Posting Komentar

0 Komentar