Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...
Juara bertahan Spanyol berbagi angka dengan Italia 1-1 dalam pertandingan perdana Grup C Piala Eropa 2012 di Stadion , Minggu (11/6) waktu setempat. Hasil imbang ini sekaligus mengakhiri kemenangan 14 kali beruntun Spanyol dalam laga internasional. Kekalahan terakhir ‘La Furio Roja” terjadi di pentas Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, dimana ketika itu mereka dikalahkan Swiss dengan skor 0-1 dalam babak penyisihan grup.
“Saya tidak melihat tim frustrasi karena usaha kami untuk memenangkan pertandingan sangat besar. Pertandingan yang bagus. Kami melakukan saling serang dan hasil imbang adalah hasil yang adil,” ujar pelatih Spanyol Vicente del Bosque.
Menghadapi "Gli Azzuri", pelatih Del Bosque memainkan formasi aneh dengan tidak memasang penyerang murni. Barisan depan tim "Matador" diisi oleh pemain yang berposisi asli sebagai gelandang, yakni Cesc Fabregas, Andres Iniesta dan David Silva. Sementara, Italia menerapkan formasi 3-5-2 dengan Daniele De Rossi bermain di jantung pertahanan.
Laga big match ini berjalan dengan tempo cepat sejak dimulai, dimana kedua tim mengandalkan permainan bola dari kaki ke kaki. Spanyol mampu mendominasi penguasaan bola di awal laga. Peluang pertama Spanyol didapat pada menit kedelapan ketika Silva mendapatkan sodoran bola dari Xavi Hernandez di dalam kotak penalti, tetapi masih dapat dihalau oleh De Rossi.
Pada menit ke-12, Italia memperoleh hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti menyusul pelanggaran Sergio Ramos terhadap Antonio Cassano. Namun sayang, eksekusi yang diambil Andrea Pirlo masih bisa dipatahkan oleh Iker Casillas yang berdiri di bawah mistar gawang Spanyol.
Italia hampir memimpin di babak pertama, ketika Thiago Motta menanduk bola hasil umpan silang Cassano. Akan tetapi, Casillas mampu menepis bola dengan gemilang, sehingga kedudukan imbang tanpa gol bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki interval kedua, kedua tim belum melakukan pergantian pemain. Ketika laga berjalan delapan menit, Italia kembali mendapatkan peluang emas untuk memimpin terlebih dahulu. Adalah Mario Balotelli yang terlepas di rusuk kiri pertahanan Spanyol setelah merebut bola dari penguasaan Sergio Ramos. Sayang striker Manchester City itu terlalu lama mengambil keputusan, sehingga Ramos yang berlari dari belakang dapat menyelamatkan bola.
Empat menit kemudian, Prandelli memutuskan mengganti Balotelli dengan Antonio Di Natale. Keputusan tersebut ternyata langsung membuahkan hasil. Empat menit menginjakan kaki di lapangan, punggawa Udinese ini mampu memecahkan kebuntuan. Berawal dari umpan terobosan Pirlo, Di Natale mampu lolos dari jebakan off-side, Di Natale tinggal berhadapan dengan Casillas. Striker lincah ini dengan tenang melepaskan tendangan ke tiang jauh tanpa bisa dihalau oleh kiper yang merumput bersama Real Madrid itu.
Tertinggal satu gol tidak membuat skuad Spanyol panik. Mereka tetap bermain sabar dengan mengandalkan tiki-taka. Alhasil, selang tiga menit, Cesc Fabregas mampu menyamakan kedudukan. Gelandang Barcelona itu menyongsong umpan terobosan David Silva dari luar kotak penalti. Fabregas yang lolos dari jebakan off-side langsung menyambut umpan tersebut dengan tendangan mendatar yang tidak mampu ditepis oleh kiper Italia Gianluigi Buffon.
“Hal yang mengecewakan kami adalah mereka (Spanyol) mampu menyamakan kedudukan dengan sangat cepat. Kami juga membiarkan mereka memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Kami harus meningkatkan penampilan kami di laga berikutnya,” kata pelatih Italia Cesare Prandelli.
SP


0 Komentar