SURYADHARMA ALI: SIAP BERDEBAT SOAL AYAT TERORISME



Ayo Langganan Gratis Berbagi Berita...

Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengkritik isi terjemahan Al-Qur'an yang diterbitkan Kementerian Agama terkait ayat yang seolah melegalkan terorisme. Menteri Agama, Suryadharma Ali (SDA) mengundang MMI berdebat tentang terjemahan yang dikritik tersebut.

"Kami akan bertemu dengan Majelis Mujahidin Indonesia yang melakukan kritik terhadap terjemahan Al Qur'an itu. Kita kan ada tim pen-tashih dan penterjemah. Biarkan mereka beradu dulu," terang SDA kepada INILAH.COM, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengakui memang banyak kata-kata dalam Al Qur'an yang memiliki beragam arti sehingga melahirkan multi tafsir. "Kita akan panggil pihak pengkritik untuk mengetahui latar belakang pandangan-pandangan mereka," katanya.

Apakah memang ada kesalahan atau terjemah yang tidak pas dalam terjemah Al-Qur'an terbitan Kementerian Agama? "Saya selaku Menteri Agama tidak berhak menilai. Karena sudah ada tim yang bukan sembarangan. Al-Qur'an dan terjemahannya itu dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi yang tinggi," jawabnya.

SDA menjelaskan, meski MMI mengkritik isi terjemahan, namun ormas-ormas Islam terbesar seperti NU dan Muhammadiyah tidak ada yang protes. "Bisa dikatakan, mereka (NU dan Muhammadiyah) sudah menganggap benar terjemahan Al-Qur'an dari Depag," katanya.

INILAH

Posting Komentar

0 Komentar